Petugas Imigrasi Gerebek 100 Toko 7-Eleven di AS

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 12 Jan 2018 10:54 WIB
imigran
Petugas Imigrasi Gerebek 100 Toko 7-Eleven di AS
Petugas Imigrasi Gerebek 100 Toko 7-Eleven di Chicago, AS. Foto: Dok/AFP

Washington: Petugas imigrasi Amerika Serikat menggerebek hampir 100 toko 7-Eleven di seantero Negeri Paman Sam. Petugas juga menangkap 21 orang yang dicurigai sebagai penduduk ilegal. Keimigrasian juga memberikan tenggat waktu sempit bagi para pemilik toko waralaba tersebut untuk membuktikan para pegawai mereka memiliki izin kerja.

Melalui surat elektronik, Juru Bicara ICE Danielle Bennett menjelaskan, penggerebekan itu merupakan operasi terbesar yang dilakukan di tempat kerja oleh Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) sejak Presiden Donald Trump menjalankan jabatannya pada Januari tahun lalu.

"Tindakan yang dijalankan hari ini merupakan pesan kuat kepada para pelaku bisnis AS yang merekrut dan mempekerjakan tenaga kerja ilegal: ICE akan menegakkan hukum, dan jika ada yang melanggar aturan mereka akan dimintai pertanggungjawaban," kata Wakil Direktur ICE Thomas Homan, dilansir dari AFP, Jumat 12 Januari 2018.

Tindakan keras terhadap para imigran ilegal, termasuk dengan membangun dinding pemisah di perbatasan dengan Meksiko, merupakan standar yang ditetapkan Trump pada saat kampanye Pemilihan Presiden AS pada 2016.

Saat melakukan pertemuan di Gedung Putih pada Selasa, 9 Januari, Trump mendesak anggota parlemen segera membuat kesepakatan yang disokong dua partai terkait program 'Dreamers' sebelum melangkah ke rancangan undang-undang yang menyeluruh.

'Dreamers' merupakan istilah yang mengacu pada orang-orang yang datang secara ilegal di Amerika Serikat ketika mereka masih dalam usia kanak-kanak.

"Pemberitahuan soal pemeriksaan disampaikan pada Rabu, 10 Januari kepada 98 toko 7-Eleven di 17 negara bagian dan District of Columbia mulai pukul 06.00 waktu setempat," kata Thomas.

Para pemilik dan manager diberi waktu selama tiga hari kerja untuk memperlihatkan dokumen-dokumen yang menunjukkan para karyawan mereka adalah penduduk legal di AS. "Jika tidak, mereka terancam menghadapi hukuman sipil dan kriminal," kata Thomas.

Thomas menjelaskan, negara-negara bagian tempat para pemilik dan manager toko 7-Eleven yang mendapat pemberitahuan pemeriksaan, adalah California, Colorado, Delaware, Florida, Illinois, Indiana, Maryland, Michigan, Missouri, Nevada, New Jersey, New York, North Carolina, Oregon, Pennsylvania, Texas dan Washington.

7-Eleven, yang berpusat di Irving, Texas, memiliki 60.000 toko di 18 negara, termasuk 8.500 di Amerika Serikat, menurut laman perusahaan jaringan waralaba tersebut.


(MBM)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA