Antisipasi Kebijakan Imigran Trump, KJRI Chicago Temui Pejabat Imigrasi

   •    Sabtu, 18 Mar 2017 12:59 WIB
perlindungan wni
Antisipasi Kebijakan Imigran Trump, KJRI Chicago Temui Pejabat Imigrasi
Antisipasi Kebijakan Imigran Trump, KJRI Chicago Temui Pejabat Imigrasi (Foto: Dok KJRI Chicago).

Metrotvnews.com, Chicago: Pengawasan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) melebar jauh ke Chicago, Amerika Serikat (AS). Pendekatan dilakukan oleh pihak Konsulat Jenderal RI (KJRI)di Chicago.
 
Konsul Jenderal RI di Chicago Rosmalawati Chalid melaksanakan pertemuan dengan Glenn Triveline, Acting Field Office Director dari Immigration and Customs Enforcement (ICE) Illinois pada 16 Maret. 
 
"Pertemuan ini dimaksudkan untuk mencari informasi dan masukan untuk upaya perlindungan WNI. Upaya dilakukan untuk mengantisipasi kebijakan imigrasi dan perbatasan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump," sebut pihak KJRI Chicago, dalam keterangan tertulis Metrotvnews.com, Sabtu 18 maret 2017.
 
"Pihak ICE Illinois menjelaskan bahwa dalam melaksanakan tugasnya, ICE memiliki target operasi, yakni utamanya imigran yang telah melakukan tindak kriminalitas di AS," imbuh pernyataan itu. 
 
Berdasarkan keterangan pihak ICE, mereka melakukan tugasnya tidak seperti yang selama ini diberitakan di berbagai media. ICE tidak melakukan pemeriksaan dan penangkapan secara acak.
 
Bukan hanya ICE yang bisa melaksanakan operasi pemeriksaan dan penangkapan, tetapi juga Border Patrol atau Patroli Perbatasan. Sehingga, ICE menyarankan agar masyarakat hendaknya bersikap teliti dan tidak mudah mempercayai berita yang beredar. 
 
Pujian diberikan terhadap upaya KJRI Chicago dan perwakilan Indonesia di AS dalam mengajak WNI untuk senantiasa menghormati peraturan yang berlaku dan memastikan kelengkapan dokumen keimigrasian.
 
ICE adalah agen penegakan hukum federal AS yang bertanggung jawab untuk proses identifikasi, investigasi dan pemecahan kasus yang berkaitan dengan permasalahan keimigrasian dan keamanan perbatasan AS. 
 
Adapun, wilayah kerja ICE Illinois mencakup enam negara bagian, yakni Illinois, Indiana, Wisconsin, Missouri, Kentucky dan Kansas.
 
KJRI Chicago dan ICE Illinois menyepakati untuk meningkatkan kerja sama, khususnya dalam hal pemberian informasi, sekiranya terjadi penangkapan dan penahanan terhadap WNI. Hal ini merupakan langkah penting dalam memastikan perlindungan bagi 10,000 WNI yang bermukim di wilayah akreditasi KJRI Chicago.
 
Dua WNI raih penghargaan
 
Warga negara Indonesia (WNI) makin memperlihatkan prestasinya di masyarakat AS. Terbukti dari dua WNI yang meraih penghargaan khususnya di bidang bakti sosial masyarakat.
 
Effy Sutanto dan Dara Kusumo meraih penghargaan atas komitmen dan prestasi keduanya. Effy Sutanto (peraih Community Service Award) terlibat aktif dalam berbagai kegiatan Asian American Coalition of Chicago (AACC) dan Indonesia Diaspora Network–Midwest.

Sementara Dara Kusumo, (peraih Youth Who Excels Award) telah meraih puluhan penghargaan atas partisipasinya di berbagai organisasi kepemudaan. Dara adalah peraih Otto A.L. Dieter Award 2016 dari University of Illinois dan Presiden dari Medlife, sebuah organisasi non-profit yang membantu mengembangkan masyarakat pedesaan.


Foto: KJRI Chicago
 

 
Penghargaan diberikan saat Konjen Rosmalawati Chalid menghadiri kegiatan The 34th Annual Gala: 'One World, Our World' yang diselenggarakan oleh Asian American Coalition of Chicago (AACC) di Hilton Hotel, Chicago 11 Maret. Hal ini merupakan bentuk dukungan terhadap komunitas masyarakat Asia di Amerika Serikat, khususnya Chicago.
 
Beberapa tokoh ternama seperti Gubernur Illinois Bruce Rauner dan Pejabat Urusan Luar Negeri Negara Bagian Illinois Jesse White serta anggota Kongres Jan Schakowsky, turut hadir dalam penghargaan itu.
 
Acara ini menegaskan pentingnya nilai toleransi dan penghormatan dalam kehidupan masyarakat yang multikultural. Sehubungan dengan adanya perkembangan kebijakan keimigrasian di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, para pembicara menegaskan bahwa sepatutnya perbedaan tidak memecah belah masyarakat, namun justru menjadi nilai pemersatu. Hal ini sejalan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang dianut oleh masyarakat Indonesia.



(FJR)