Presiden Venezuela Selamat dari Serangan Drone

Willy Haryono    •    Minggu, 05 Aug 2018 11:43 WIB
konflik venezuelavenezuela
Presiden Venezuela Selamat dari Serangan Drone
Polisi berada di lokasi serangan drone yang berada dekat podium Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Sabtu 4 Agustus 2018. (Foto: AFP/Getty)

Caracas: Presiden Venezuela Nicola Maduro mengatakan dirinya berhasil selamat dari upaya pembunuhan yang melibatkan pesawat tanpa awak alias drone berbahan peledak.

Seperti dikutip dari BBC, Minggu 5 Agustus 2018, Maduro sedang berbicara di sebuah acara militer di Caracas saat serangan yang dimaksud terjadi.

Tayangan langsung media lokal memperlihatkan Maduro yang tiba-tiba melihat ke arah atas dengan ekspresi terkejut. Puluhan prajurit kemudian terlihat berlarian.

Maduro menuduh Kolombia sebagai dalang di balik serangan drone. Kolombia membantahnya, dan mengatakan tuduhan Maduro "tidak berdasar."

Tujuh tentara terluka dan beberapa orang ditangkap dalam serangan drone tersebut. Insiden terjadi saat Maduro berbicara di acara peringatan 81 tahun dibentuknya pasukan nasional Venezuela.

Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan dua drone meledak di dekat podium presiden. Kedua drone itu diduga dipasangi bahan peledak.

"Sebuah objek terbang meledak dekat saya, sebuah ledakan yang besar. Beberapa detik kemudian, ada ledakan kedua," ujar Maduro dalam pidatonya.

Serangkaian foto di media sosial memperlihatkan sejumlah pengawal yang menjaga Maduro dengan perisai anti-peluru.

Selain menuduh Kolombia, Maduro juga menilai terdapat elemen Amerika Serikat dalam serangan tersebut.

"Tidak diragukan lagi Presiden Kolombia Juan Manuel Santos berada di balik serangan ini," sebut Maduro.


(WIL)