Menantu Trump Jelaskan Hubungannya dengan Rusia

Sonya Michaella    •    Selasa, 25 Jul 2017 09:21 WIB
pemilu asas-rusia
Menantu Trump Jelaskan Hubungannya dengan Rusia
Menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner. (Foto: CNN)

Metrotvnews.com, Washington: Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, akhirnya angkat bicara soal dugaan hubungannya dengan Rusia.

Seusai pertemuannya dengan staf Komite Intelijen Senat AS, Kushner mengadakan jumpa pers di Gedung Putih. Pernyataan persnya ini dipastikan sesuai dengan 11 halaman yang dikeluarkan saat wawancara tertutup dengan staf komite.

"Semua tindakan saya wajar dan terjadi dalam rangkaian peristiwa normal pada kampanye yang sangat unik. Saya tidak berkolusi dengan Rusia dan tidak tahu jika ada anggota tim kampanye yang melakukan itu," tegas Kushner, seperti dikutip CNN, Selasa 25 Juli 2017.

"Saya tidak memiliki kontak yang bertentangan dengan pemerintah, saya tidak mengandalkan dana Rusia untuk membiayai kegiatan bisnis saya di sektor swasta," lanjut dia.

Kushner menegaskan, dirinya sudah mencoba untuk sepenuhnya transparan, melebihi apa yang diminta Komite. "Mudah-mudahan, ini membuat masalah ini berhenti bergulir," ucapnya.

Kushner juga membantah laporan Reuters yang mengklaim bahwa ia menerima dua panggilan telepon antara April dan November 2016 dari Duta Besar Rusia untuk AS saat itu, Sergey Kislyak.

"Saya tidak ingat akan adanya telepon itu dan berdasarkan tinjauan komprehensif tentang catatan ponsel saya, tidak ada waktu yang tercantum atas panggilan itu," tuturnya.

Kushner juga mengaku tidak tahu apa-apa soal pertemuan putra Trump, Donald Trump Jr dengan seorang pengacara asal Rusia. Ia berdalih, hanya diundang untuk bergabung oleh Trump Jr tanpa membaca email lengkap yang diterimanya.

"Email itu tertumpuk oleh email lainnya, dan tidak saya baca saat itu. Setelah kembali ke kantor, baru saya memeriksa email," ungkapnya lagi.

Dari penyelidikan, email itu menyebutkan bahwa Trump Jr percaya, Pemerintah Rusia akan memberikan informasi untuk menjegal Hillary Clinton yang saat itu adalah rival ayahnya di reli pemilu AS 2016.

Dalam pernyataan tertulis itu, Kushner menyatakan pertama kali bertemu dengan Duta Besar Rusia Sergei Kislyak di Washington, April 2016.

Pertemuan selanjutnya terjadi pada 1 Desember di mana Kislyak bertanya apakah ada jalur komunikasi aman di kantor transisi Trump yang bisa digunakan untuk berdiskusi dengan jenderal Rusia terkait Suriah. 

"Saya menjawab sejujurnya, bahwa tidak ada jalur seperti itu," ujarnya.

Sebaliknya, ia bertanya kepada Kislyak apakah Kedubes Rusia di AS terdapat jalur seperti itu. Kislyak menjawab bahwa hal tersebut tidak dimungkinkan untuk ada. 

"Tidak ada kejadian apa-apa lagi. Saya tidak menyarankan 'jalur rahasia'," kata Kushner.


(FJR)