Kafilah Imigran Menuju AS Tiba di Mexico City

Arpan Rahman    •    Selasa, 06 Nov 2018 16:34 WIB
amerika serikatimigran gelap
Kafilah Imigran Menuju AS Tiba di Mexico City
Sekelompok imigran asal Amerika Tengah menaiki sebuah truk menuju Mexico City, Meksiko, 5 November 2018, dalam upaya mencapai tujuan akhir ke AS. (Foto: AFP/RODRIGO ARANGUA)

Mexico City: Sekitar 1.500 imigran asal Amerika Tengah yang merupakan bagian dari sebuah kafilah mendapat sambutan hangat di Mexico City, ibu kota dari Meksiko, Senin 5 November 2018. Kafilah ini melakukan perjalanan jauh dalam rangka mencapai tujuan akhir: Amerika Serikat.

"Perjalanan ini melelahkan. Kami sangat menderita, terutama anak-anak yang tidak kuat terik matahari," ujar Angel Morales, seorang tukang roti asal Pedro Alvarado, El Salvador, kepada kantor berita UPI.

"Kami sudah melakukan perjalanan ini sejak Oktober," lanjut dia, yang menjadi bagian dari kafilah bersama sang istri dan dua anaknya. Jonathan, anak Morales yang baru berusia 15 bulan, dibawa ayah dan ibunya dengan menggunakan stroller bayi.

Baca: Menuju AS, Ribuan Imigran Beristirahat di Meksiko

Banyak juga dari para imigran yang tiba di Meksiko bermalam di beberapa tempat penampungan dan gedung olahraga di Puebla, sebuah kota yang berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Mexico City. 

Berjalan kaki dan sesekali menumpang mobil seseorang, Morales dan keluarga menghabiskan sekitar tiga pekan untuk mencapai Mexico City. Sebelumnya, mereka berada di Tapachula yang merupakan kota pertama mereka usai melintasi perbatasan.

"Kami diperlakukan sangat baik oleh pemerintah Guatemala. Mereka memberikan kami makanan," tutur Morales.

Morales mengaku tidak dapat lagi menghidupi keluarganya dengan berjualan roti di El Salvador. Untuk itulah, dia memutuskan bermigrasi ke AS. "Saya ingin mencari kehidupan dan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak saya," ungkap dia.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump bertekad akan menghentikan kafilah tersebut. Ia berharap para imigran tidak bertindak anarkis di perbatasan AS sehingga dirinya tidak perlu memerintahkan aparat untuk melepaskan tembakan.

 


(WIL)