Trump Akui Yerusalem, Namun Tunda Pemindahan Kedubes

Willy Haryono    •    Kamis, 07 Dec 2017 09:34 WIB
israel palestinadonald trumppalestina israel
Trump Akui Yerusalem, Namun Tunda Pemindahan Kedubes
Presiden AS Donald Trump menandatangani memorandum penundaan pemindahan kedubes di Washington, AS, 6 Desember 2017. (Foto: AFP)

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 November 2017. Meski begitu, Trump belum akan memindahkan kedutaan besar AS ke Yerusalem seperti yang dijanjikannya semasa kampanye.

Lewat sebuah memorandum kepada Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, Trump memutuskan menunda pemindahan hingga enam bulan ke depan. 

Rencana pemindahan kedubes ini sudah dimulai sejak 1995. "Untuk melindungi kepentingan nasional AS, pemindahan ditunda hingga enam bulan ke depan," tulis Trump. 

Kementerian Luar Negeri AS telah mengeluarkan travel warning untuk Tepi Barat dan Kota Tua Yerusalem.

Keputusan Trump memicu reaksi keras dari Palestina. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan pengumuman Trump melanggar seluruh aturan internasional dan resolusi bilateral.

"Deklarasi ini tidak akan memberikan legitimasi apapun terhadap Israel. Yerusalem adalah ibu kota abadi dari Palestina," tegasnya.

Baca: Presiden Abbas: Yerusalem Ibu Kota Abadi Palestina

Kesalahan Terbesar

Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, menyebut langkah terbaru ini sebagai kesalahan terbesar Trump. Ia menilai pengakuan Yerusalem telah merusak kemungkinan solusi dua negara.

"Alih-alih mendorong semua kubu untuk duduk bersama, dia malah mendikte dan melakukan hal ini," ungkap Erekat, yang juga kepala tim negosiator Palestina.

Trump menegaskan mengaku Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah "pengakuan dari sebuah kenyataan" dan merupakan langkah tepat.

Pejabat Gedung Putih mengakui keputusan Trump berimbas pada proses perdamaian Palestina dan Israel. Namun, AS juga menyebut keputusan Trump justru membantu proses perdamaian itu untuk jangka panjang.




(WIL)