Warga AS Beramai-ramai Mengungsi Jelang Badai Florence

Willy Haryono    •    Rabu, 12 Sep 2018 11:12 WIB
amerika serikattopan badaiBadai Florence
Warga AS Beramai-ramai Mengungsi Jelang Badai Florence
Warga mengantre untuk masuk ke pusat perlindungan badai di Trask Middle School di North Carolina, AS, 11 September 2018. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLD)

Raleigh: Ratusan hingga ribuan kendaraan memadati sejumlah ruas jalan menuju arah keluar dari North dan South Carolina, Amerika Serikat, Selasa 11 September 2018, seiring semakin mendekatnya Badai Florence.

Florence, badai Kategori 4, terus bergerak mendekat ke beberapa negara bagian di Pesisir Timur AS.

Banyak warga Pesisir Timur AS mengikuti perintah evakuasi wajib dari pemerintah, namun sebagian lainnya memilih tinggal dan berharap dapat selamat dari terjangan badai.

Gubernur North Carolina Roy Cooper mengingatkan bahwa semua warga yang ada di zona evakuasi "harus pergi sekarang juga."

"Ini bukan badai yang bisa dihadapi begitu saja," kata Cooper kepada awak media, seperti dikutip dari kantor berita AFP. "Ini adalah badai historis, mungkin hanya terjadi dalam seumur hidup kalian semua," lanjut dia.

Sekitar 1,7 juta warga di North Carolina, South Carolina dan Virginia telah mendapat perintah evakuasi. Otoritas AS menegaskan evakuasi ini bersifat wajib, bukan anjuran.

Baca: Badai Florence Mendekat, 1 Juta Warga AS Diminta Mengungsi

Beberapa ruas jalan utama menuju Pesisir Utama AS telah ditutup, agar semua warga di area tersebut bisa mengungsi ke tempat lain.

"Sudah terjadi kemacetan lalu lintas yang cukup parah di beberapa rute evakuasi," sebut Jeff Byard dari Agensi Manajemen Darurat Federal AS (FEMA).

Pusat Badai Nasional (NHC) di Miami melaporkan Florence masih berstatus badai Kategori 4 pada pukul 20.00 waktu setempat, dengan kecepatan putaran angin hingga 220 kilometer per jam.

Diperkirakan Florence akan tiba di North dan South Carolina pada Kamis malam atau Jumat pagi dengan status badai Kategori 3.

Sementara itu di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump mendesak warga Pesisir Timur untuk mengungsi. "Jika Anda diminta untuk pergi, maka pergilah," ujar Trump.

"Mungkin ini akan menjadi badai yang jauh lebih besar dari yang pernah kita lihat dalam beberapa dekade terakhir," tambah dia.


(WIL)