Aksi Terorisme di Chile Lukai Lima Orang

Willy Haryono    •    Sabtu, 05 Jan 2019 10:07 WIB
chile
Aksi Terorisme di Chile Lukai Lima Orang
Petugas penjinak bom berada di lokasi ledakan sebuah halte bus di Santiago, Chile, 4 Januari 2019. (Foto: AFP/CLAUDIO REYES)

Santiago: Ledakan di sebuah halte bus melukai lima orang di jantung ibu kota Chile, Jumat 4 Januari 2019. Pemerintah Chile menyebut ledakan tersebut sebagai "aksi terorisme."

Pasangan asal Venezuela dirawat di rumah sakit atas luka di bagian wajah dan kaki. Mereka berdua terluka terkena ledakan dari sebuah paket berisi bahan peledak di halte bus di area Vicuna Mackenna.

Sebuah grup lingkungan militan mengklaim bertanggung jawab atas ledakan. Dua tahun lalu, grup bernama "Individualists Tending to the Wild mengaku berada di balik serangan bom parsel yang melukai kepala perusahaan tambang tembaga Codelco.

Menteri Dalam Negeri Chile Andres Chadwick mengatakan polisi menginvestigasi serangan sebagai "kejahatan terorisme." Aparat juga menyelidiki klaim dari grup militan tersebut.

"Ini adalah kejahatan yang sangat serius," tutur Chadwick kepada awak media, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

"Semua korban tidak mengalami luka yang membahayakan jiwa. Pasangan asal Venezuela masih berada di rumah sakit," sebut Luis Castillo, seorang pejabat dinas kesehatan Chile.

Peristiwa terjadi sekitar tengah hari di dekat Plaza Italia, Santiago. Suara ledakan terdengar hingga ke beberapa blok. Polisi menutup lokasi kejadian tak lama usai ledakan.

Gubernur Santiago Karla Rubilar menyebut empat orang terluka saat sebuah benda meledak di halte bus. Ia mengatakan korban yang mengalami luka parah adalah seorang wanita.

Terlepas dari pasangan asal Venezuela, tiga orang lainnya hanya mengalami luka ringan. Halte bus juga sebagian besar tidak rusak.

"Jenis maupun bahan dari material peledak ini belum diketahui," ujar Jenderal Polisi Enrique Monras.


(WIL)