Obesitas Berkembang tak Terkendali di Amerika Latin

Arpan Rahman    •    Jumat, 09 Nov 2018 13:03 WIB
obesitas
Obesitas Berkembang tak Terkendali di Amerika Latin
Obesitas menjadi masalah di negara Amerika Latin. (Foto: AFP).

New York: Obesitas telah menjadi ancaman malnutrisi terburuk di Amerika Latin. Orang-orang yang kelebihan berat badan bertambah 3,6 juta per tahun. Sebab kaum miskin sering menyantap makanan rendah lemak, panganan yang mengandung gula, demikian sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa memastikan.
 
"Obesitas berkembang tak terkendali. Situasinya mengerikan," kata perwakilan regional Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Julio Berdegue dalam laporan yang dirilis, Rabu 7 November 2018. Lebih dari 250 juta orang Amerika Latin sekarang kelebihan berat badan.
 
Sekitar 3,9 juta, atau 7,3 persen, anak-anak Amerika Latin dan Karibia terpapar obesitas, melampaui rata-rata global 5,6 persen, kata laporan itu.
 
Laporan, yang bertajuk 'Panorama Keamanan Pangan dan Gizi 2018', menunjukkan ancaman baru adalah hasil dari perubahan sistem pangan di kawasan itu, atau siklus makanan dari produksi hingga konsumsi.
 
"Perubahan ini telah mempengaruhi seluruh penduduk, tetapi anggota masyarakat yang paling dikecualikan telah menderita efek terburuk," katanya, seperti dinukil dari UPI, Jumat, 8 November 2018.
 
Kekurangan gizi juga terus menjadi masalah, serta akses air bersih, sekolah, layanan sanitasi, dan perawatan kesehatan, tambah Carissa Etienne, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia. "Kita harus meningkatkan akses ke layanan kesehatan universal," katanya.
 
Kelaparan mempengaruhi lebih dari 39 juta orang Amerika Latin, atau lebih dari 6 persen populasi. Antara tahun 2016-2017, totalnya bertambah sebanyak 400.000 orang, dua kali lebih banyak dari tahun sebelumnya.
 
Argentina, Bolivia, dan Venezuela meningkat jumlah orang yang kurang gizi dan peningkatan terbesar ditemukan di Venezuela.
 
Di Venezuela, 3,7 juta, atau hampir 12 persen dari populasi, menderita kekurangan gizi. Di Haiti, 5 juta, atau hampir 46 persen penduduk menderita kurang gizi. Sebanyak 4,8 juta di Meksiko dalam situasi yang sama, atau 3,8 persen dari populasi. Namun, situasi di Meksiko dan Haiti telah membaik, menurut angka terbaru.
 
Salah satu efeknya adalah kekerdilan pertumbuhan anak-anak. Di Honduras, pengerdilan mempengaruhi 42 persen anak-anak di keluarga berpenghasilan rendah sementara studi 2014-2015 di Guatemala menunjukkan kuntet mempengaruhi 61 persen anak-anak pribumi. Kelompok pribumi adalah salah satu populasi yang paling rentan.
 
"Stunting berhubungan erat dengan ketidaksetaraan dan kemiskinan, tetapi kelebihan berat badan juga semakin mempengaruhi anak-anak yang paling miskin," kata Maria Cristina Perceval, direktur regional untuk UNICEF Amerika Latin dan Karibia.


(FJR)