634 Kali Upaya Pembunuhan Dihadapi Fidel Castro

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 26 Nov 2016 13:54 WIB
fidel castro wafat
634 Kali Upaya Pembunuhan Dihadapi Fidel Castro
Fidel Castro wafat di usia 90 tahun (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Havana: Presiden Kuba Raul Castro, mengumumkan wafatnya tokoh revolusi Kuba, Fidel Castro. Selama lebih dari 50 tahun, sosok Fidel Castro dikenal sebagai penentang Amerika Serikat (AS).
 
Sebagai pengacara yang mengubah haluan menjadi gerilyawan Marxist, Fidel Castro dikabarkan berhasil menghindari beberapa plot pembunuhan dari CIA. Termasuk satu rencana pembunuhan, dimana cerutu yang biasa dihisapnya dibubuhi racun.
Castro sendiri mengklaim bahwa upaya pembunuhan yang diarahkan kepadanya mencapai 634 kali. Selain dengan cerutu beracun, upaya pembunuhan itu dilakukan dengan cara memberinya pil beracun,  moluska yang bisa meledak hingga pakaian selam yang beracun.
 
Meskipin plot itu bermunculan, Castro tetap mampu memberikan perlawanan terhadap AS. Tak kurang, sembilan Presiden AS dihadapinya mulai dari Dwight Eisenhower hingga Bill Clinton dan mundur dari Presiden Kuba saat George W Bush berkuasa di Amerika.
 
Lahir di Biran, Kuba 90 tahun lalu, Fidel Castro berasal dari keluarga petani kaya. Dia dididik di sekolah Jesuit sebelum kuliah di Universitu of Havana jurusan hukum. 
 
Setelah bekerja sebagai pengacara selama tiga tahun, dia berencana untuk mencoba masuk ke parlemen pada 1952. Tetapi pemerintahan saat itu dijatuhkan oleh Jenderal Fulgenco Batista dalam sebuah kudeta.
 
Castro menuduh Batista yang didukung oleh AS, melanggar konstitusi dan memimpin serangan ke Barak Moncada milik Batisita di Provinsi Oriente. Penyerangan itu gagal dan Castro dipenjara hingga 15 tahun dan dibebaskan pada 1955, sebelum akhirnya mengasingkan diri di Meksiko dan AS.
 
Berjuang menerapkan ideologi komunis di Kuba
 
Kemudian Castro kembali ke Kuba dengan hanya ditemani 12 orang, termasuk tokoh revolusi kelahiran Argentina, Ernesto 'Che' Guevara. Bersama mereka melawan pasukan Batista sehingga berhasil melengserkannya pada 1959.
 
Dalam beberapa bulan, dia menerapkan sistem komunisme ala Uni Soviet di Kuba. Bersamaan dengan itu, hubungan Kuba dengan AS langsung memburuk, terutama setelah merebut properi milik warga dan perusahaan AS yang berada di Kuba.


Fidel Castro (kiri) bersama Ernesto 'Che' Guevara (kana) (Foto: AFP).

 
Hasilnya berujung pada insiden Teluk Babi, di saat pengungsi Kuba yang didukung oleh CIA mencoba melengserkan Castro dari kekuasaan pada 1960. 
 
Pihak AS salah mengira bahwa rakyat Kuba akan menentang Castro. Mereka juga mendukung Castro dan membunuh para pelaku percobaan kudeta itu.
 
Hubungan Kuba-AS sampai di masa krisis pada 1962, usai satelit mata-mata AS menemukan rudal jarak jauh Uni Soviet ditempatkan di Kuba. Presiden John Kennedy pun memerintahkan blokade laut terhadap Kuba dan memicu ketegangan nuklir dengan Uni Soviet.
 
Selama beberapa hari dunia dalam kondisi tegang dengan ancaman perang nuklir. Akhirnya Presiden Uni Soviet saat itu Nikita Khrushchev menarik mundur rudal tersebut. Sejak saat itu pula hubungan AS dengan Kuba selalu dipenuhi dengan rasa curiga.
 
Embargo yang melukai Kuba
 
Kebijakan luar negeri dan dalam negeri Kuba dikebiri oleh embargo ekonomi. Namun Castro masih tidak tersentuh, meskipun makin bergantung dengan Uni Soviet.
 
Tidak jarang Castro tampil di publik memberikan pidato dan menunjukkan kepada di dunia bahwa dia sangat dicintai rakyatnya. 
 
Namun tetapi ada sisi lain dari kekuasaan Castro. Orang-orang yang tidak menyukai dirinya, pergi meninggalkan Kuba dengan perahu dan menjadikan Amerika Serikat sebagai tempat pengungsiannya.
 
Mereka yang tidak menyukai Castro berpusat di wilayah seperti Miami. Tetapi posisi Castro masih tetap kuat, terutama dengan kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada 1998.
Pada Juli 2006, Fidel menyerahkan kekuasaannya secara sementara kepada Raul. Namun pada 2008, Fidel akhirnya menyerahkan kekuasaan Kuba kepada Raul secara keseluruhan, saat menjalani operasi.
 
Di tahun-tahun terakhir Fidel jarang sekali terlihat di muka publik. Dia lebih sering menyiarkan video ataupun foto pertemuan dengan beberapa tamu.
 
Dengan kematiannya ini, Revolusi Kuba mungkin saja akan berakhir. Meskipun Raul Castro yang memimpin Kuba saat ini, masih tetap menerapkan prinsip revolusi.



(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA