Presiden Venezuela Serukan Dialog dengan Oposisi

Sonya Michaella    •    Senin, 17 Jul 2017 11:59 WIB
konflik venezuela
Presiden Venezuela Serukan Dialog dengan Oposisi
Warga Venezuela yang mengantri untuk memberikan suara di referendum oposisi. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Caracas: Presiden Venezulea Nicolas Maduro kembali menyerukan dialog politik dengan kubu oposisi yakni Persatuan Meja Bundar Demokratis atau MUD.

Pasalnya, saat ini MUD sedang menggelar referendum tidak resmi di mana sekitar 7,2 juta warga Venezuela mengikutinya untuk menentang pemerintahan Maduro.

Seruan itu disampaikan Maduro pada hari pemerintahnya menyelenggarakan pemungutan suara untuk Majelis Konstituen Nasional (ANC) sebelum pemilihan umum 30 Juli nanti.

"Saya memberitahu mereka (MUD) agar kita duduk bersama untuk perdamaian dan memulai dialog baru," ucap Maduro, seperti dikutip Guardian, Senin 17 Juli 2017.

"Kita harus menyadari perbedaan yang kita hadapi di negeri ini, kita harus menyelesaikan semuanya dengan perdamaian, dengan pemungutan suara dan bukan dengan peluru, dengan toleransi, dengan demokrasi," tambah dia.

Dalam gelaran referendum tidak resmi ini, seorang wanita berusia 61 tahun ditembak mati oleh seorang pria bersenjata. Selain itu, tiga orang juga dilaporkan terluka.

Pemimpin oposisi, Freddy Guevara mengatakan, referendum ini ternoda oleh jatuhnya korban. Menurutnya, sudah terlalu banyak korban sejak protes pecah di Caracas, sekitar tiga bulan yang lalu.

Wakil MUD pun menduga "kelompok bersenjata" yang memiliki hubungan dengan pemerintah sebagai pelaku serangan tersebut.

Digelarnya referendum ini semakin meningkatkan kemungkinan terjadinya lebih banyak unjuk rasa berujung bentrok di jalanan Venezuela. 

Meski popularitas Maduro merosot tajam menurut lembaga survei Datanalisis -- 80 persen warga Venezuela mengkritik pemerintahannya -- sang presiden masih mendapat dukungan dari sekelompok warga, terutama kalangan menengah ke bawah. Maduro juga masih mendapat dukungan kuat dari militer.

Namun bagi sebagian besar warga Venezuela, mereka tidak terlalu memusingkan masalah politik. Mereka lebih fokus mengkhawatirkan krisis ekonomi saat ini, yang berujung pada minimnya makanan dan obat-obatan. 





(WIL)