Berlindung dari Terkaman Badai Florence

Fajar Nugraha    •    Kamis, 13 Sep 2018 18:05 WIB
Badai Florence
Berlindung dari Terkaman Badai Florence
Warga di wilayah South Carolina dan North Carolina bersiap hadapi Badai Florence (Foto: AFP).

South Carolina: Badai Florence akan menghantam wilayah pesisir timur Amerika Serikat (AS). Warga yang tinggal di wilayah riskan mulai melakukan evakuasi.
 
Warga yang tinggal di wilayah pemukiman karavan di Wilmington, mengepak benda berharga mereka. Kedatangan Badai Florence mereka antisipasi dengan segera, tetapi mereka tidak tahu apakah nanti memiliki atap di atas kepala usai badai menerjang.
 
Terletak di antara sungai Cape Fear dan Samudera Atlantik, Royal Palms Mobile Home Park sekilas bisa dilewati untuk sebuah perkemahan musim panas. Kenyataannya, rumah ini menampung keluarga berpenghasilan rendah yang tidak mampu hidup di tempat lain. Rumah mereka pun terbuat dari struktur kayu yang berbahaya.
 
Ketika angin mulai bertiup di sekitar tengah hari pada Rabu 12 September dan menjadi penanda kedatangan Florence, para sukarelawan dari gereja Hispanik setempat mengetuk setiap pintu mendesak warga untuk mencari perlindungan di tempat lain.
 
Seorang warga bernama Oscar Perez mengatakan, dirinya memutuskan beberapa waktu lalu untuk keluar.
 
"Rumah-rumah mobil ini sangat rapuh, dan dengan badai kategori 4 siap menerjang, kami tidak punya pilihan selain pergi," ujar Perez, seperti dikutip AFP, Kamis 13 September 2018.
 
"Kami akan membawa sesuatu untuk dimakan untuk bertahan hidup selama beberapa hari bersama anak-anak. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi," kata Perez.
 
"Yang paling utama adalah tetap hidup. Benda-benda materi adalah barang sekunder," katanya sambil memegang papan yang akan diletakkan di salah satu jendela rumahnya.
 
Berlindung sejauh mungkin
 
Warga yang tidak memiliki tempat tinggal tetap dan dengan struktur bangunan yang ringkih, mencari tempat perlindungan yang lebih kokoh.
 
Di jalan yang melalui karavan mobil, bagasi mobil Alondra Espinoza sudah penuh.
 
"Semuanya penuh sesak, kami siap untuk pergi," katanya, ketika suara seorang anak terdengar dari dalam mobil.
 
"Saya pernah mengalami angin topan sebelumnya tetapi tidak pernah dengan anak-anak," kata Espinoza.
 
"Kalau bukan karena mereka, aku tidak keberatan tinggal di sini. Tapi kali ini berbeda. Aku ingin membawa mereka sejauh mungkin dari sini dan bahaya atau topan," tegasnya.
 
Espinoza berharap rumahnya utuh ketika dia kembali tetapi siap untuk yang terburuk.
 
"Kami akan tinggal dengan saudara laki-laki saya sampai kami menemukan tempat lain untuk hidup," kata Espinoza.


(FJR)