AS Veto Resolusi PBB yang Berisi Seruan Lindungi Palestina

Willy Haryono    •    Sabtu, 02 Jun 2018 10:28 WIB
palestinapalestina israel
AS Veto Resolusi PBB yang Berisi Seruan Lindungi Palestina
Dubes AS untuk PBB Nikki Haley dalam sesi darurat di New York, mengenai bentrokan di perbatasan Gaza, 30 Mei 2018. (Foto: AFP/Getty/EDUARDO MUNOZ ALVAREZ)

New York: Amerika Serikat menggunakan hak veto terhadap kerangka resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jumat 1 Juni 2018, yang menyerukan perlindungan terhadap warga Palestina dalam bentrokan di sepanjang pagar perbatasan Jalur Gaza.

Seperti dilansir dari AFP, veto diterapkan AS di DK PBB beberapa jam usai seorang wanita muda Palestina ditembak mati tentara Israel di dekat pagar perbatasan Gaza.

Sedikitnya 123 warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan Israel sejak unjuk rasa di perbatasan Gaza dimulai pada akhir Maret. Tidak ada personel militer yang tewas dalam bentrokan.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mendeklarasikan bahwa "sekarang sudah jelas bahwa PBB bias terhadap Israel." Ia kesal karena PBB "bersedia menyalahkan Israel, tapi tidak mau menyalahkan Hamas."

Hamas adalah kelompok penguasa Jalur Gaza. Israel menuduh Hamas telah memanfaatkan unjuk rasa di perbatasan Gaza untuk melancarkan serangan.

Sepuluh negara, termasuk Tiongkok, Prancis dan Rusia, mendukung kerangka resolusi yang diajukan Kuwait untuk melindungi masyarakat Palestina. Empat negara -- Inggris, Ethiopia, Belanda dan Polandia -- abstain.

Dubes Kuwait untuk PBB Mansour al-Otaibi mengatakan bahwa veto dari AS "akan menambah rasa putus asa di kalangan warga Palestina" dan juga semakin "mengobarkan sentimen kebencian dan ekstremisme."

Haley menilai DK PBB "tidak akurat dalam menilai bentrokan di Gaza" dengan menyalahkan Israel.

"Grup teroris AS yang paling bertanggung jawab atas buruknya situasi di Gaza," tegas Haley.


(WIL)