Trump Sebut Solusi Masalah Nuklir Korut Harus Cepat Ditemukan

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 07 Nov 2017 16:51 WIB
as-korseldonald trump
Trump Sebut Solusi Masalah Nuklir Korut Harus Cepat Ditemukan
Presiden AS Donald Trump bersama dengan Presiden Korsel Moon Jae-in (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Seoul: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan solusi untuk menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara (Korut) harus segera ditemukan. Pernyataan ini disampaikan Trump saat mendarat di Korea Selatan (Korsel), negara yang berbatasan paling dekat dengan Pyongyang.
 
Mendarat di Pangkalan Udara Osan, Trump dan Ibu Negara Melania Trump memulai kunjungan 24 jam di Negeri Ginseng tersebut.
 
Seusai mendarat, Trump melakukan kunjungan ke pangkalan militer AS terbesar di Korsel, Kamp Humphreys dengan menggunakan helikopter. Di sana dia bertemu dengan tentara AS dan Korea Selatan. Kehadirannya di Kamp Humphreys ditemani Presiden Korsel Moon Jae-in.
 
Dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 7 November 2017, Gedung Putih menuturkan kunjungan Trump ke Korsel untuk memperlihatkan keteguhan hati Negeri Paman Sam di tengah ancaman rudal Korut. Namun, ahli hubungan luar negeri menuturkan bahwa kedatangan Trump bisa saja menjadi bumerang bagi negara tersebut dan berpotensi menimbulkan konflik.
 
"Akhirnya semuanya akan berjalan baik, hal itu selalu berhasil, dan solusi harus segera didapatkan. Ini harus berhasil," seru Trump.
 
Trump juga memuji Moon Jae-in dan menyebut bahwa kedua negara telah melakukan kerja sama hebat. Padahal, sebelumnya kedua negara dilaporkan memiliki cara berbeda untuk mencari solusi nuklir Korut.
 
Usai pertemuan di basis militer AS yang ada di Korsel, kedua pemimpin tersebut mengadakan perundingan formal di Gedung Biru. Moon menuturkan harapannya atas kunjungan Trump ini.
 
"Saya berharap kunjungan rekan saya ini dapat membebaskan beberapa kecemasan orang Korea Selatan pada Utara, dan menjadi titik balik dalam menyelesaikan isu nuklir Korea Utara," ucap Moon.
 
Beberapa bulan lalu, Korut melakukan uji coba nuklir yang disinyalir sebagai bom hidrogen. Aksi Pyongyang tersebut semakin menambah tegang situasi di Semenanjung Korea.



(FJR)