Dukungan Calon Menlu AS terhadap Penyiksaan dan Islamophobia

Sonya Michaella    •    Rabu, 14 Mar 2018 09:08 WIB
amerika serikatdonald trump
Dukungan Calon Menlu AS terhadap Penyiksaan dan Islamophobia
Mike Pompeo sangat mendukung tetap dibukanya Penjara Guantanamo. (Foto: AFP)

Washington: Calon Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang baru, Mike Pompeo, dikenal sebagai tokoh kontroversial yang kerap menyuarakan dukungan untuk penyiksaan serta permintaan agar penjara Guantanamo tetap dibuka.

Pompeo, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur CIA ini juga memiliki riwayat ucapan terkait xenophobia.

Di samping semua pejabat AS serta mantan Presiden Barack Obama menyerukan penutupan penjara Guantanamo, Pompeo mendukung untuk penjara itu tetap ada.

Dilansir dari AFP, Rabu 14 Maret 2018, Pompeo juga termasuk sosok yang cukup keras terhadap Muslim. Pada 2013 silam, dua bulan setelah pengeboman maraton di Boston, ia turun ke lantai DPR dan menuduh pemimpin Muslim di AS gagal mencegah dan mengutuk serangan teroris.

"Diam membuat para pemimpin Islam di Amerika berpotensi terlibat dalam tindakan ini," ucapnya, kala itu.

Sejumlah analis di AS yang menguasai isu Islam-Amerika mengatakan bahwa Pompeo ditunjuk sebagai menlu berdasarkan kebijakan yang Donald Trump ingini.

"Adanya Pompeo yang menjadi menlu dan sikapnya terhadap umat Islam, ini akan menimbulkan kurangnya rasa hormat AS kepada negara-negara Islam," kata seorang analis.

Pompeo juga disebut-sebut akan lebih condong ke Arab Saudi dan termasuk orang AS yang anti-Iran. 

Setahun menjadi Direktur CIA, Pompeo akan segera menjadi diplomat tertinggi di Amerika yang akan menggerakkan politik luar negeri AS, menggantikan Rex Tillerson yang baru saja dipecat Trump. 

Kabarnya, pengesahan Pompeo menjadi menlu akan dilakukan April mendatang, setelah Kongres AS menandatangani keputusan Trump ini. 

Sementara itu, Gina Haspel akan menggantikan Pompeo menjadi Direktur CIA yang baru, sekaligus wanita pertama yang mengisi jabatan ini. 


(FJR)