Badai Salju Landa wilayah Tenggara AS Sekolah Ditutup

Arpan Rahman    •    Kamis, 04 Jan 2018 14:53 WIB
badai salju
Badai Salju Landa wilayah Tenggara AS Sekolah Ditutup
Air terjun Niagara di bagian wilayah New York, Amerika Serikat membeku akibat cuaca buruk (Foto: AFP).

Florida: Badai musim dingin yang langka sudah melanda Amerika Serikat (AS) tenggara, mengucurkan salju ke ibu kota Florida untuk pertama kalinya dalam tiga dekade dan memacetkan perjalanan. Sementara New England bersiap menghadapi badai salju 'bombogenesis' yang diperkirakan akan membawa banyak pusaran pada Kamis 4 Januari 2018.
 
Gubernur Florida, Georgia, North Carolina, dan Virginia mengumumkan keadaan darurat. Mereka peringatkan penduduk supaya memperkirakan jalan yang dingin dan suhu beku. Di timur laut, kru kerja memuat truk dengan garam jalan sebelum badai datang.
 
Departemen pendidikan New York City mengatakan akan menutup sekolah-sekolah umum pada Kamis karena cuaca buruk. Layanan Cuaca Nasional AS (NWS) memperkirakan New York bisa diterpa salju setinggi lima sampai delapan inci dan hembusan angin setinggi 80 kilometer per jam.

(Baca: Wilayah AS Diselimuti Cuaca Dingin Picu Kematian 9 Warga).
 
Sebagian besar wilayah AS bagian timur berada dalam cekaman dingin berkelanjutan yang membekukan bagian Air Terjun Niagara di kedua sisi Amerika dan Kanada. Akibatnya menimbulkan malapetaka pekerjaan umum yang menyebabkan jalur pipa beku dan aliran air hendak meledak, dan menghambat pemadaman kebakaran.
 
Hawa dingin sudah diduga untuk setidaknya sembilan kematian selama beberapa hari terakhir, termasuk dua gelandangan di Houston. Polisi di Roseville, Michigan, mengatakan, pada Rabu 3 Januari 2018, bahwa wanita berusia 96 tahun, yang baru-baru ini didiagnosis menderita demensia, ditemukan tewas di taman bermain, tampaknya membeku sampai tewas sesudah berkeliaran di luar dengan jubah dan sandal.
 
Layanan Cuaca Nasional mencantumkan peringatan badai salju yang berlaku dari Virginia sampai Maine, dengan daerah sekitar Boston diperkirakan akan diguyur salju setinggi 30 centimeter, pada Kamis.
 
Salju akan turun dengan cepat di siang hari, dengan kecepatan beberapa inci per jam, badai diintensifkan oleh efek 'bombogenesis', peramal swasta Accuweather memperingatkan.
 
"Bombogenesis", juga dikenal sebagai "topan bom", terjadi ketika tekanan barometer badai turun 24 milibar dalam 24 jam, begitu diperkuat sistem cuaca.
 
Efeknya terlihat di sepanjang pantai timur laut setiap musim dingin, namun badai ini akan sangat kuat, kata Judah Cohen, seorang ilmuwan tamu di Massachusetts Institute of Technology.
 
"Ini unik karena seberapa cepat tekanan akan turun. Tekanan bisa menandingi badai Kategori 1 atau Kategori 2," kata Cohen seperti dikutip Guardian, Kamis 4 Januari 2018. 
 
Massa udara Arktik akan tetap bercokol di dua pertiga bagian timur AS sampai akhir pekan ini.
 
Pada sebuah konferensi pers, gubernur South Carolina, Henry McMaster, memperingatkan orang-orang di bagian timur negara agar menjaga diri dan hewan peliharaan mereka di dalam rumah.
 
"Jika mereka tidak bisa masuk hawa panas, mereka akan mati beku dan mereka akan tewas. Hal yang sama akan terjadi pada orang. Jadi Anda harus berhati-hati soal itu," kata McMaster. 
 
Di kota bersejarah negara bagian Charleston, badai musim dingin menenggelamkan kereta-kuda tur setelah seekor kuda tergelincir dan jatuh di atas es saat berwisata pada Selasa, juru bicara kota Jack O'Toole mengatakan.
 
Campuran beku dan angin dingin mengguyur menyebabkan pemadaman listrik dan jalan beruap es yang meluas, membuat komuter jadi berbahaya bagi jutaan orang Amerika dari Florida utara ke Virginia selatan, kata NWS.
 
Badai mulai menggerogoti perjalanan udara di AS bagian selatan, sekitar 50 persen penerbangan dibatalkan di bandara di Carolina Selatan di Charleston dan Myrtle Beach dan Savannah, Georgia, menurut layanan pelacakan FlightAware.
 
Layanan cuaca mengatakan kantor cabang Tallahassee-nya telah mengukur akumulasi salju dan hujan dari 2,5 milimeter di atapnya, salju pertama di ibu kota Florida sejak 1989.
 
Di tempat lain, kota Sumter, South Carolina, turun salju setinggi 18 centimeter dan komunitas Ellabell di Georgia timur dihantam  salju setinggi 15 cm, kata ahli meteorologi Patrick Burke dari Pusat Prediksi Cuaca federal.
 
Wali Kota Boston, Marty Walsh, memerintahkan sekolah tutup pada Kamis, memperingatkan penduduk kota bahwa puncak badai akan terjadi di siang hari, membuat perjalanan sangat berbahaya.

(FJR)