Wali Kota AS Resign usai Hina Michelle Obama

Willy Haryono    •    Rabu, 16 Nov 2016 11:49 WIB
pemilu as
Wali Kota AS <i>Resign</i> usai Hina Michelle Obama
Ibu Negara AS Michelle Obama. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)

Metrotvnews.com, West Virginia: Seorang wali kota dari negara bagian West Virginia mengundurkan diri atas komentar rasis di media sosial Facebook terkait Ibu Negara Michelle Obama. 

Beverly Whaling, pemimpin dari kota kecil Clay, dinilai mendukung komentar rasis seorang pengguna Facebook terhadap Michelle. 

Kepala Clay County Development Corp. Pamela Ramsey dilaporkan menuliskan komentar rasis setelah Donald Trump memenangkan pemilihan umum presiden pada 8 November. 

"Akhirnya kita akan memiliki seorang Ibu Negara berkelas, cantik, bermartabat di Gedung Putih," tulis Ramsey. 

"Saya bosan melihat kera ber-high heels," sambung dia, merujuk pada Michelle yang biasa mengenakan sepatu hak tinggi. 

Sang wali kota kemudian merespons tulisan Ramsey: "Anda telah membuat hari saya menyenangkan, Pam."

Menurut laporan The Washington Post, seperti dikutip AFP, Selasa (15/11/2016), tulisan Ramsey dan komentar Whaling kemudian dihapus, dan kedua akun wanita tersebut menghilang dari Facebook. Ramsey dilaporkan dipecat. 



Pemerintahan Obama selama delapan tahun diganggu beragam komentar rasis terkait presiden kulit hitam pertama AS beserta keluarganya. 

Sesuai sensus penduduk 2010, Clay adalah kota dengan populasi di bawah 500. Kota ini merupakan bagian dari wilayah Selatan AS di mana sentimen perbudakan kulit hitam di masa lalu masih mengakar kuat di tengah masyarakat. 

Komentar rasis dua pejabat daerah Clay memicu kemarahan pengguna internet, yang kemudian membuat petisi untuk membuat kedua wanita itu dipecat. Petisi di www.thepetitionsite.com telah mencapai 160 ribu tanda tangan dari seantero AS. 

Whaling telah meminta maaf pada Senin 14 November. "Komentar saya tidak bermaksud rasis sama sekali," tulisnya di The Washington Post

Michelle Obama muncul sebagai sosok kuat yang dinilai mampu menjadi pengganti Hillary Clinton sebagai wanita pertama yang berpotensi menjadi presiden AS.


Michelle Obama dan Hillary Clinton. (Foto: AFP)


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA