Pekerja UPS Lepaskan Tembakan, Empat Tewas di San Francisco

Arpan Rahman    •    Kamis, 15 Jun 2017 09:20 WIB
penembakan as
Pekerja UPS Lepaskan Tembakan, Empat Tewas di San Francisco
Lokasi penembakan yang dilakukan karyawan UPS di San Francisco (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, San Francisco: Sebanyak empat orang tewas setelah seorang karyawan melepaskan tembakan di sebuah fasilitas UPS di San Francisco, Amerika Serikat (AS), pada Rabu 14 Juni pagi. 
 
"Letusan senjata mulanya membunuh tiga korban dan melukai dua lainnya sebelum pelaku mengarahkan pistol ke dirinya sendiri," kata polisi.
 
Petugas yang menanggapi kejadian tersebut mendapati beberapa korban penembakan sebelum mengepung pelaku, yang identitasnya tidak diungkapkan, asisten kepala polisi Toney Chaplin mengatakan pada sebuah konferensi pers.
 
Pelaku membawa dua senjata, Chaplin berkata, dan bunuh diri dengan pistol serbu. Penembakan bukan serangan teroris dan penembak jitu tersebut tampaknya bertindak sendiri, tambahnya.
 
Juru bicara UPS Steve Gaut menyebutkan kepada Associated Press bahwa penembak itu seorang karyawan dan bahwa kejadian tersebut dimulai sebelum para supir berangkat untuk pengiriman harian mereka.
 
Dua pria tunawisma yang tinggal di tenda dekat lokasi kejadian, Moe Smith dan Antwun Dixon, mengaku telah mendengar suara tembakan. "Saya dengar tiga, mungkin empat atau lima tembakan, lalu jeritan. Semuanya selama tiga menit," kata Dixon, seperti disitir The Guardian, Kamis 15 Juni 2017
 
Polisi menjawab panggilan darurat dari pekerja di sebuah gudang yang luas sebelum pukul 09:00 waktu setempat. Sekitar pukul 10.30 pagi, polisi katakan bahwa insiden telah ditangani dan bangunan itu aman.
 
Fasilitas UPS merupakan pusat pengiriman dan penyortiran paket dengan 350 karyawan di lingkungan Potrero Hill, San Francisco. Puluhan pegawai berseragam terlihat melarikan diri dengan berjalan kaki.
 
"Kita semua kenal wajah pengemudi dan pengantar UPS lokal kita. Tragedi hari ini akan dirasakan di setiap komunitas yang dilayani oleh karyawan yang berkomitmen ini," kata walikota San Francisco Ed Lee.
 
"Perusahaan berduka dan sangat prihatin dengan karyawan yang terkena dampak, anggota keluarga serta masyarakat yang kita layani," kata pihak UPS dalam sebuah pernyataan. Seraya menyatakan akan memberikan penyuluhan kepada para karyawan.
 
Beberapa penonton berkumpul di persimpangan sekitar fasilitas tersebut, yang meliputi hampir seluruh blok kota, saat polisi terus memproses TKP. "Semua orang punya keluarga yang bekerja di UPS," kata seseorang.



(FJR)