Delapan Perusahaan Indonesia Raup Rp14,2M di Pameran Makanan AS

   •    Jumat, 18 Jan 2019 10:15 WIB
indonesia-asDiplomasi Ekonomi
Delapan Perusahaan Indonesia Raup Rp14,2M di Pameran Makanan AS
Salah satu produk Indonesia yang dipamerkan di San Francisco, Amerika Serikat. (Foto: Dok. KJRI San Francisco).

San Francisco: Diplomasi bukan hanya mengenai politik ataupun hal serius lainnya. Melalui produk makanan dan minuman, diplomasi bisa menjadi pintu menuju pertumbuhan ekonomi.

Ini yang dilakukan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco yang bekerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles untuk memfasilitasi partisipasi delapan perusahaan, berpartisipasi pada pameran the 44th Winter Fancy Food Show (WFFS), di San Francisco, Californa.

Pameran ini dihadiri lebih dari 20.000 pengunjung di San Francisco. Partisipasi ini dilakukan untuk mempromosikan dan memperluas akses pasar produk makanan dan minuman spesialti Indonesia di pasar AS.


Menjelaskan produk Indonesia kepada warga AS. (Foto: KJRI San Francisco).

Upaya gastrodiplomacy atau diplomasi melalui makanan dan minuman makin digencarkan oleh Pemerintah Indonesia dengan pavilion bertema the Remarkable Indonesia. Berbagai produk makanan dan minuman khas Indonesia dipromosikan diantaranya teh organik, sambal kecombrang, selai kacang kenari, snack kacang, rempah-rempah, bumbu masakan siap saji, permen kopi dan jahe, keripik, dan minuman herbal kopi Papua, Sumatra dan Toraja.

Adapun delapan perusahaan manufaktur dan distributor yang turut serta dalam pameran ini terdiri dari PT. Kapal Api Global, PT. Manohara Asri, Jawa Import, Epiglo LLC (produk Mustika Ratu, Opal Coffe), PT. Harendong Green Farm, Javara Indonesia, PT. Rasaprima Sukses, dan Rasa Rempah Nusantara.

“Selama berlangsungnya pameran, para partisipan telah mencatat potensi transaksi total sekitar USD1,03 juta (atau sekitar Rp14,2 miliar). Tidak tertutup kemungkinan terdapat potensi transaksi lainnya pascapertemuan bisnis antara para partisipan dengan beberapa mitra lokal AS yang berminat dengan produk makanan dan minuman spesialti Indonesia,” ungkap Konsul Muda Ekonomi KJRI San Francisco, Berhan A. Muqtadir, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat, 18 Januari 2019.

Delapan perusahaan manufaktur dan distributor tersebut usai WFFS melakukan pertemuan bisnis dengan sejumlah calon mitra lokal AS untuk membahas berbagai peluang bisnis dan strategi pemasaran produk makanan dan minuman spesialti di pasar AS. Serangkaian kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan volume perdagangan ekspor Indonesia ke AS khususnya untuk komoditas makanan dan minuman.


Produk Indonesia yang dipamerkan dalam WFFS memiliki potensi untuk meraup keuntungan. (Foto: Dok.KJRI San Francisco).

“Indonesia perlu memperkuat pangsa pasar produk kategori chips dan snacks untuk ditawarkan kepada para pengunjung WFFS tahun 2019, karena jenis produk tersebut merupakan kategori specialty foods dengan tingkat penjualan ketiga tertinggi di pasar AS dengan total penjualan sebesar USD3,84 miliar pada tahun 2017,” Ujar Berhan.

Selain itu, peluang pasar produk minuman kopi dan coklat di AS masih sangat terbuka luas. Pada kedua bidang ini, para pengusaha Indonesia bisa mengambil kesempatannya.

WFFS diselenggarakan oleh Specialty Food Association, pameran ini merupakan trade show tahunan terbesar di Pantai Barat AS. Tahun ini WFFS diikuti oleh 1.500 peserta yang berasal dari sekitar 30 negara serta dihadiri oleh sekitar 20.000 pengunjung dari perusahaan retailer, food service provider, importir, eksportir, distributor, wholesale dan media.


(FJR)