Trump Tetap Berkicau Meski Twitter Diblokir di Tiongkok

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 10 Nov 2017 01:33 WIB
donald trump
Trump Tetap Berkicau Meski Twitter Diblokir di Tiongkok
Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Foto: AFP/Fred Dufour

Beijing: Banyaknya media sosial barat seperti Twitter dan Facebook diblokir di Tiongkok. Sebuah sistem canggih telah dibuat untuk menolak pengguna online di Tiongkok untuk mengakses konten-konten yang telah diblokir tersebut.

Namun, itu bukan masalah bagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang memiliki 42,3 juta pengikut. Trump Justru mengunggah cuitan saat kunjungan ke Beijing.

"Atas nama @FLOTUS Melania dan saya, terima kasih untuk siang dan malam tidak terlupakan di Kota Terlarang di Beijing, Presiden Xi dan Nyonya Peng Liyuan. Kami menantikan untuk bertemu kembali besok pagi!," kata Trump melalui akun Twitter-nya usai berkeliling Beijing, seperti dikutip Reuters, Kamis 9 November 2017.

Trump juga mengganti spanduk twitter-nya, ia mengunggah fotonya bersama Melania, Presiden China Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan, saat pertunjukan opera Tiongkok di Kota Terlarang.

Unggahan spanduk Twitter menjadi perhatian media pemerintah Tiongkok. Salah satunya saluran negara CCTV yang menampilkan foto tersebut pada Kamis waktu setempat.

Selain itu, kunjungan Trump kali ini juga menjadi topik ketiga yang paling banyak dibicarakan di media sosial China Weibo selama 24 jam terakhir, berada di belakang kisah ulang tahun seorang penyanyi boyband Tiongkok dan sebuah chart lagu pop Asia mingguan.

Banyak orang bertanya-tanya bagaimana bisa Trump berhasil mengakses Twitter itu dan menembus kendali internet Tiongkok yang tangguh. "Kurasa dia pasti sudah melakukannya via wifi di jaringan satelit," kata seorang pengguna Weibo.

Banyak orang asing masuk ke jaringan pribadi virtual (VPN) untuk mengakses konten yang berpusat di luar Tiongkok. Pilihan lainnya adalah mendaftar layanan data roaming sebelum meninggalkan negara asalnya.

"Presiden akan menuliskan apapun yang dia mau, begitulah caranya berkomunikasi langsung dengan masyarakat Amerika, kenapa tidak?" kata pejabat Gedung Putih menjelang kedatangan Trump di Beijing.

Namun, tidak semua unggahan Trump di Tiongkok disambut ceria dan hangat.

"Korea Utara menafsirkan pengekangan masa lalu Amerika sebagai kelemahan," kata Trump tentang ancaman nuklir dan peluru kendali Korea Utara, 

"Ini akan menjadi kesalahan perhitungan fatal. Jangan remehkan kami, jangan coba-coba," tutup Trump.


(AGA)