Obama Imbau Warga Charlotte Cari Solusi Damai

Fajar Nugraha    •    Jumat, 23 Sep 2016 13:16 WIB
penembakan as
Obama Imbau Warga Charlotte Cari Solusi Damai
Presiden Barack Obama Imbau Warga Charlotte Cari Solusi Damai (Foto: ABC)

Metrotvnews.com, Charlotte: Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama bersuara untuk pertama kalinya menyusul rusuh yang terjadi di Charlotte, North Carolina. 
 
Dalam wawancara dengan ABC News program 'Good Morning America', Obama meminta pendemo untuk mencari penyelesaian damai. Ini khususnya untuk mengatasi masalah ketidaksetaraan rasial dalam sistem kebijakan AS.
 
"Cara agar negara ini bisa mengubah sistem demi menjangkau masyarakat Amerika, membutuhkan perdamaian dan juga membutuhkan pemikiran mengenai apa bentuk reformasi spesifik yang dicari," tutur Obama, dalam acara 'Good Morning America'.


Kericuhan dalam protes di Charlotte (Foto: AFP)
 
 
Presiden Obama juga mencoba untuk membedakan antara warga yang melakukan protes dengan damai dan mereka yang melakukan kekerasan dalam protes yang berlangsung dua hari di Charlotte. Warga melakukan protes setelah kematian warga Afro-Amerika Keith Lamont Scott, yang tewas dibunuh oleh polisi keturunan Afro-Amerika pula.
 
"Jumlah mayoritas yang merasa khawatir dengan hubungan polisi dengan masyrakat, melakukan aksi (protes damai) dengan cara yang benar," ujar Obama seperti dikutip ABC News, Jumat (23/9/2016).
 
"Namun tidak kurang banyak juga warga yang melakukan aksi protes dengan salah," lanjutnya.
 
"Penting untuk memisahkan rasa frustrasi yang terjadi di antara warga Afro Amerika, khususnya mengenai penembakan dan rasa bahwa keadilan tidak selalu buta," pungkas Obama.
Polisi di Charlotte atasi pengunjuk rasa (Foto: AFP)
 
 
Unjuk rasa terkait penembakan polisi terhadap seorang pria kulit hitam di Charlotte berubah ricuh di malam ketiga, Kamis (22/9/2016). Petugas terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang memblokade jalanan utama kota. 
 
Di wilayah pusat Charlotte, atmosfer unjuk rasa relatif lebih tenang. Ratusan pendemo berjalan bersama menuju kantor polisi sembari membawa papan bertuliskan "berhenti membunuh kami" dan "perlawanan itu indah."
 
Otoritas Charlotte telah menetapkan aturan jam malam, efektif berlaku sejak dini hari tadi. 
Gubernur North Carolina telah mendeklarasikan status darurat di Charlotte, dan beberapa anggota Garda Nasional serta polisi lalu lintas juga telah dikerahkan untuk membantu aparat lokal.



(FJR)