Mantan Laksamana Angkatan Laut AS Didakwa Terima Suap

Arpan Rahman    •    Rabu, 15 Mar 2017 17:51 WIB
kasus suappemerintahan as
Mantan Laksamana Angkatan Laut AS Didakwa Terima Suap
Kapal USS Coronado yang merupakan bagian dari Seventh Fleet Angkatan Laut AS. (Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN)

Metrotvnews.com, Washington: Kementerian Hukum Amerika Serikat (AS) mendakwa mantan Laksamana Angkatan Laut AS Bruce Loveless dan delapan personel militer lainnya dengan pasal korupsi dan kejahatan lainnya dalam kasus suap "Fat Leonard".

Mereka dituduh menerima suap selama delapan tahun dari kontraktor pertahanan yang berbasis di Singapura, Leonard Glenn Francis. Kontraktor itu memiliki julukan "Fat Leonard." 

Menurut laporan kantor berita Xinhua pada Rabu 15 Maret 2017, kesembilan orang itu juga dituduh menerima suap dari mantan kepala Glenn Defense Marine Asia, 

Sebagai imbalan suap, mereka memberikan informasi rahasia kepada "Fat Leonard", yang kemudian digunakan untuk menipu AL AS. Francis mengaku bersalah telah menipu AL AS dengan nilai kerugian hingga puluhan juta dolar AS.

Suap yang diterima kesembilan terdakwa termasuk layanan pelacur, makanan mewah, jam tangan senilai USD25 ribu, sekotak cerutu Cohiba senilai USD2 ribu, dan beberapa botol cognac senilai USD2 ribu. Fakta itu diungkapkan di pengadilan federal di San Diego.

Dalam sebuah pesta-pora bersama para pelacur di kamar presidensial dalam Makati Shangri-la Hotel di Filipina pada Mei 2008, "para konspirator meminum semua Dom Perignon (Champagne) yang tersedia," menurut dakwaan pengadilan. Total pengeluaran pada saat itu melebihi USD50 ribu.

"Ini penipuan dan pengkhianatan dari Angkatan Laut Amerika Serikat dalam skala epik, yang diduga dilakukan petugas berpangkat tertinggi Angkatan Laut," kata pejabat Jaksa, Alana Robinson, dalam sebuah pernyataan.

"Jumlah suap mencapai tingkat mengejutkan yang dinikmati para pemimpin paling terkemuka di Armada Ketujuh -- armada terbesar di Angkatan Laut AS -- yang aktif bekerja bersama sebagai sebuah tim untuk persekongkolan gelap demi seks, melayani kepentingan asing dari kontraktor pertahanan, dan bukan demi negara mereka sendiri," kata Robinson seperti disitat Business-Standard, Rabu 15 Maret 2017.

Pada Selasa 14 Maret, 25 orang telah didakwa terkait penyelidikan korupsi dan penipuan itu, menurut laporan USA Today.

Di antara semua terdakwa, 20 merupakan pejabat AL AS saat ini atau yang sudah tidak aktif bertugas, dan lima lainnya adalah eksekutif Glenn Defense.


(WIL)