Menlu AS akan Adakan Lawatan Perdana ke Asia

Arpan Rahman    •    Rabu, 08 Mar 2017 16:17 WIB
pemerintahan as
Menlu AS akan Adakan Lawatan Perdana ke Asia
Menlu AS Rex Tillerson. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson akan mengadakan perjalanan pertamanya ke Asia pekan depan. 

Ia hendak bertemu para pejabat senior guna membahas uji coba misil balistik Korea Utara (Korut) serta kepentingan ekonomi dan keamanan AS di kawasan.

Dilansir Reuters, Rabu 8 Maret 2017, Tillerson dijadwalkan tiba di Jepang pada 15 Maret, berlanjut ke Korea Selatan pada 17 Maret, dan Tiongkok 18-19 Maret.

Lawatan dilakukan setelah peluncuran rudal terbaru Pyongyang dan pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong Un. Kedua peristiwa menambah urgensi mengenai situasi keamanan di benua Asia.

Presiden AS Donald Trump menghadapi ujian kepemimpinan seiring janji semasa kampanye untuk bertindak lebih tegas kepada Korut. Para pembantu Trump mendesak penyelesaian strategis atas ancaman misil Pyongyang dan nuklirnya.

Trump telah menyerang Tiongkok pada sejumlah isu, mulai dari perdagangan di Laut China Selatan. Ia juga mengkritik Beijing karena dinilai kurang mengambil langkah konkret untuk mencegah program nuklir Korut.

Bulan lalu, Trump mengadakan pembicaraan pertama secara tatap muka dengan diplomat terkemuka Yang Jiechi yang berpangkat lebih tinggi dari Menlu Wang Yi. Gedung Putih menyebut, hal itu menjadi kesempatan buat membahas kepentingan keamanan bersama dan kemungkinan bertemu Presiden Xi Jinping.

Wang dan Tillerson bertemu bulan lalu di Jerman di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri dari negara G20.

"Saya pikir Menlu Tillerson adalah orang yang bersedia mendengar dan merupakan komunikator yang ulung," kata Wang pada konferensi pers tahunan di Beijing, Rabu, di parlemen Tiongkok.

"Saya percaya kami dapat membangun hubungan kerja sama yang baik," tambahnya.



(WIL)

Pelaku Serangan London Tak di Bawah Kendali ISIS

Pelaku Serangan London Tak di Bawah Kendali ISIS

9 hours Ago

Tidak ada bukti bahwa pelaku serangan, Khalid Masood tergabung dalam kelompok radikal mana pun…

BERITA LAINNYA