Hadapi Sikap Trump, Meksiko Prioritaskan Dialog

Willy Haryono    •    Minggu, 20 Nov 2016 11:25 WIB
politik meksiko
Hadapi Sikap Trump, Meksiko Prioritaskan Dialog
Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto (kiri) berjabat tangan dengan Donald Trump di Mexico City, 31 Agustus 2016. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Mexico City: Presiden Meksikoo Enrique Pena Niet mengaku akan segera berdialog dengan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menenangkan kekhawatiran warga atas rencana mengusir imigran dari Negeri Paman Sam. 

Pena Nieto, yang negaranya bergabung kepada AS untuk urusan perdagangan, melontarkan pernyataan secara hati-hati mengenai bergantinya kepemimpinan di AS serta imbasnya bagi Meksiko. 

"Menghadapi posisi yang diambil presiden terpilih Trump, kami memprioritaskan dialog sebagai jalan untuk membangun agenda baru dalam hubungan bilateral," kata Pena Nieto dalam pertemuan di Lima, Peru. 

"Bagi Meksiko, hubungan dengan AS adalah krusial, yang dapat dilihat dari level perdagangan dan integrasi saat ini," tambah dia, seperti disitat AFP, Sabtu (19/11/2016). 

Namun Pena Nieto mengkritik kebijakan proteksionis yang digaung-gaungkan Trump, yang menyerang perjanjian perdagangan bebas. "Jangan bingung dengan sentimen proteksionis ini yang mulai bermunculan di berbagai wilayah dunia. Saya yakin globalisasi lebih banyak memberikan keuntungan ketimbang kerugian," ungkap Pena Nieto. 



Ia mengkritik seruan Trump untuk menghilangkan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) antara Meksiko, AS dan Kanada. Pena Nieto menegaskan negaranya akan terus menjadi pihak yang meyakini sebuah keterbukaan. 

Kendati begitu, Pena Nieto siap "memodernisasi" berbagai aspek dalam NAFTA, termasuk dalam hal lingkungan dan tenaga kerja. 

Semasa kampanye, Trump mengkritik keras NAFTA dan perjanjian dagang lainnya. Trump menyebut perjanjian tersebut membuat pekerjaan yang seharusnya ada di AS dikirim ke negara lain dengan upah tenaga kerja yang lebih murah. 

Pengusaha properti itu juga dikenal sering menghina imigran asal Meksiko dengan menyebut mereka sebagai kriminal dan pemerkosa. Trump kemudian berjanji memaksa Meksiko mengeluarkan uang hingga miliaran dolar AS untuk membangun tembok besar di sepanjang perbatasan.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA