Kecam Trump, Aktivis Yahudi akan Daftarkan Diri sebagai Muslim

Whisnu Mardiansyah    •    Minggu, 20 Nov 2016 01:43 WIB
donald trump
Kecam Trump, Aktivis Yahudi akan Daftarkan Diri sebagai Muslim
Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump. AFP/MANDEL NGAN

Metrotvnews.com, New York: Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump berencana membuat database khusus untuk umat Islam. Jonathan Greenblatt, kepala organisasi umat Yahudi di AS, mengecam rencana Trump itu.

Greenbalt mengatakan akan terus memerangi kejahatan ujaran kebencian di AS terhadap kelompok tertentu. Jika pemerintahan Trump membuat database nasional untuk penganut muslim di AS, ia akan mendaftar sebagai seorang muslim.

"Sebagai orang Yahudi, kita tahu apa artinya ditandai dan didaftarkan (seorang muslim) itu membeda-bedakan dari sesama warga negara kita," Jonathan Greenblatt, CEO Anti Defemation League (ADL), seperti dilansir Al Jazeera, Sabtu (19/11/2016).

Menurut dia, Amerika harus melawan segala bentuk diskriminasi. Ia mendesak pengikutnya untuk menyatakan jika Muslim Amerika akan dipaksa untuk mendaftar identitas mereka, mereka akan mendaftar sebagai seorang muslim sebagai aksi solidaritas.

"Jadi saya berjanji kepada anda di sini dan sekarang karena saya peduli memerangi antisemitisme. Bahwa, jika satu hari di Amerika Serikat ini, jika suatu saat Muslim Amerika akan dipaksa untuk mendaftar identitas mereka, maka itu adalah hari bahwa Yahudi ini bangga akan mendaftar sebagai seorang Muslim," imbuh dia. 

Selama masa kampanye, Donald Trump banyak menyatakan kebijakan kontroversial terhadap muslim AS. Ia menyarankan larangan semua Muslim memasuki AS.

Trump khawatir atas radikalisasi dan mengatakan akan mendukung mewajibkan semua umat Islam di Amerika Serikat terdaftar dalam database khusus. Para pengkritik ini menyamakan kebijakan Trump seperti kebijakan Nazi Jerman saat memberlakukan identitas khusus bagi umat Yahudi di Jerman. 


(OGI)