Trump Perintahkan Pengibaran Bendera untuk Tragedi Annapolis

Arpan Rahman    •    Rabu, 04 Jul 2018 14:42 WIB
penembakan as
Trump Perintahkan Pengibaran Bendera untuk Tragedi Annapolis
Bendera AS berkibar setengah tiang di Gedung Putih, Washington, 11 September 2017. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Maryland: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan agar bendera Negeri Paman Sam dikibarkan setengah tiang sebagai bentuk penghormatan terhadap lima wartawan yang tewas dalam tragedi penembakan di sebuah kantor surat kabar di Annapolis, Maryland, pekan lalu.

Perintah dikeluarkan Trump pada Selasa 3 Juli 2018 pagi waktu setempat, setelah Wali Kota Annapolis Gavin Buckley menyebut Gedung Putih telah menolak permintaannya untuk mengibarkan bendera setengah tiang.

Gedung Putih mengklaim Presiden Trump bertindak cepat setelah mengetahui adanya permintaan dari Buckley.

Dalam instruksinya, Trump memerintahkan semua bendera di gedung-gedung publik, pos militer, kapal angkatan laut, dan kedutaan besar diturunkan setengah tiang sampai matahari terbenam pada Selasa.

Baca: Trump Disebut Tolak Kibarkan Bendera untuk Tragedi Annapolis

Dilansir dari BBC, Rabu 4 Juli 2018, pernyataan Trump berbunyi: "Bangsa kita berbelasungkawa atas mereka yang terkena dampak penembakan di koran The Capital Gazette di Annapolis, Maryland. Rakyat Amerika di seluruh negeri ini bersatu dalam memanjatkan doa kepada Tuhan untuk para korban dan memberi bantuan serta dukungan bagi keluarga dan teman-teman mereka."

Jurnalis BBC, Tara McKelvey, melaporkan bahwa Trump sdempat berbicara kepadanya dan wartawan lain di Air Force One pada Jumat lalu. Ketika itu, Trump menyatakan duka cita terhadap kematian lima karyawan The Capital Gazette.

Tetapi selama penerbangan, Trump juga mengkritik para wartawan, berkilah bahwa ada beberapa orang oknum. "Pers telah memperlakukan saya dengan sangat buruk," ungkap Trump.

Trump sebelumnya pernah melabeli wartawan sebagai "musuh masyarakat." Tapi usai penembakan di The Capital Gazette, Trump menyerukan kepada wartawan untuk tidak perlu takut jika mendapat serangan.

Tersangka penembakan bernama Jarrod W Ramos, 38, dituntut dengan lima tuduhan pembunuhan.

Jaksa mengatakan serangan di The Capital Gazette dimotivasi dendam, setelah Ramos tidak berhasil menggugat koran tersebut dalam kasus pencemaran nama baik.


(WIL)