AS Bantah Lakukan Serangan Udara di Suriah

Willy Haryono    •    Senin, 09 Apr 2018 10:24 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
AS Bantah Lakukan Serangan Udara di Suriah
Tank pasukan Suriah menyisir jalanan di wilayah timur Douma, Ghouta Timur, 8 April 2018. (Foto: AFP/STRINGER)

Washington: Amerika Serikat membantah telah melakukan serangkaian serangan udara di Suriah, setelah media lokal negara tersebut melaporkan adanya peluncuran misil terhadap pangkalan udara yang menewaskan dan melukai sejumlah orang. 

Kabar gempuran udara AS muncul usai terjadi dugaan serangan gas beracun oleh pasukan Suriah di Douma, Ghouta Timur, yang menewaskan 40 orang.

"Saat ini, Kementerian Pertahanan tidak melakukan serangan udara di Suriah," ujar juru bicara Pentagon, seperti dilansir AFP, Minggu 8 April 2018. 

"Namun, kami terus mengamati dengan seksama situasi saat ini dan mendukung upaya diplomatik yang sedang berjalan agar pihak pengguna senjata kimia di Suriah dapat dimintai pertanggungjawaban," lanjut dia.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam tuduhan bahwa pasukan Presiden Bashar al-Assad telah mengerahkan senjata kimia di Douma. Kemenlu Suriah menilai tuduhan tersebut tidak meyakinkan.

Rusia, sekutu utama Suriah, juga membantah pasukan Assad melancarkan serangan gas beracun di Douma. 

Sedikitnya 80 orang dilaporkan tewas di Douma sejak Jumat kemarin, menurut data yang disampaikan grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR). Dari 80 korban tersebut, 40 di antaranya dilaporkan meninggal dunia akibat gas beracun. 

Organisasi relawan White Helmets juga menuduh pasukan Suriah menggunakan "gas klorin" dalam serangan di Douma.

Video yang diunggah White Helmets di Suriah, meski belum dapat diverifikasi, menunjukkan adanya sejumlah warga sipil yang mengeluarkan busa dari mulut -- salah satu tanda keracunan gas beracun.

 


(WIL)