Kekerasan Meningkat di Fortaleza, Brasil Kerahkan Pasukan

Willy Haryono    •    Minggu, 06 Jan 2019 17:50 WIB
brasil
Kekerasan Meningkat di Fortaleza, Brasil Kerahkan Pasukan
Warga berada di dekat lokasi perusakan oleh sejumlah orang di Fortaleza, Brasil. (Foto: AFP PHOTO/ O POVO/ALEX GOMES)

Brasilia: Sekitar 300 tentara dikerahkan ke Fortaleza untuk mengatasi meningkatnya aksi kriminal di kota tersebut. Para prajurit juga akan berpatroli di seantero negara bagian Ceara untuk menekan angka penjarahan, perampokan dan aktivitas kriminal lainnya.

Kementerian Hukum Brasil memerintahkan pengerahan pasukan usai terjadinya puluhan aksi kekerasan di Fortaleza dan sekitarnya sepanjang pekan ini. Meningkatnya aksi kekerasan merupakan bentuk protes terhadap serangkaian aturan baru untuk penjara-penjara lokal di Brasil, yang sebagian besar dikendalikan geng kriminal.

Otoritas penjara di Ceara telah memblokade sinyal telepon genggam dan juga mengakhiri aturan memisahkan narapidana berdasarkan afiliasi geng tertentu. Pengerahan dilakukan beberapa hari usai pelantikan Presiden Jair Bolsonaro, yang berjanji akan memerangi segala bentuk kejahatan di negaranya.

Bolsonaro dilaporkan memuji keputusan Menteri Hukum Sergio Moro untuk mengirim pasukan. Ia menilai Moro mengambil keputusan "cepat dan efektif."

Sebelumnya, Moro dikenal sebagai tokoh di balik investigasi masif terhadap aktivitas korupsi di Brasil. Investigasi itu disebut juga dengan "Operasi Cuci Mobil."

Rekaman video yang disiarkan di sejumlah televisi Brasil memperlihatkan kelompok kriminal membakar beberapa bangunan di Fortaleza, Sekitar 50 orang yang diduga terkait aksi perusakan itu telah ditangkap.

Baca: Presiden Baru Brasil Sebut Negaranya Bebas dari Sosialisme

Menurut data World Prison Brief, Brasil menjebloskan lebih dari 700 ribu orang ke penjara -- populasi ketiga terbesar setelah Amerika Serikat dan Tiongkok.

Bolsonaro, 63, berjaya di pemilihan umum presiden melawan Fernando Haddad dari partai sayap kiri pada 28 Oktober. Dia dinilai sejumlah orang sebagai tokoh rasis dan misoginis, yang bahkan disebut-sebut mirip dengan Presiden AS Donald Trump.

Seperti Trump, Bolsonaro juga mendukung penggunaan senjata api di Brasil. "Warga yang baik berhak melindungi diri mereka sendiri," tulis dia di Twitter, belum lama ini. Bolsonaro disebut hendak menerbitkan sebuah dekrit yang akan mengizinkan warga tanpa catatan kriminal untuk memiliki senjata api.



(WIL)