Trump Siap Lindungi Imigran Jika Biaya Tembok Disetujui

Willy Haryono    •    Minggu, 20 Jan 2019 11:10 WIB
amerika serikatimigran gelapmeksiko
Trump Siap Lindungi Imigran Jika Biaya Tembok Disetujui
Presiden AS Donald Trump berpidato mengenai imigran dan tembok perbatasan di Gedung Putih, Washington, 19 Januari 2019. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Washington: Presiden Amerika Serikat menawarkan perlindungan sementara bagi satu juta imigran dari ancaman deportasi, hanya jika Kongres menyepakati usulan biaya untuk pembangunan tembok di perbatasan Meksiko. Partai Demokrat menolaknya, dan menjadikan shutdown atau penutupan sebagian institusi AS terus berlanjut.

Tawaran ini merupakan bagian dari inisiatif Trump dalam mengakhiri shutdown yang sudah berjalan 29 hari -- terpanjang dalam sejarah Negeri Paman Sam.

Dalam pidato di Gedung Putih yang ditayangkan media nasional, Trump menawarkan perlindungan bagi dua kategori imigran. Kategori pertama adalah 700 ribu "Dreamers," atau anak dari imigran yang selama ini sudah menetap di AS secara ilegal. Kategori kedua adalah sekitar 300 imigran yang status "dilindungi" telah habis.

Menurut Trump, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Minggu 20 Januari 2019, konsesi yang ditawarkannya ini dapat "membangun rasa saling percaya dan itikad baik yang diperlukan demi memulai reformasi keimigrasian."

Sebagai ganti dari perlindungan itu, Trump meminta dana USD5,7 miliar atau setara Rp80 triliun untuk membangun tembok di perbatasan Meksiko. Proposal dana tersebut sudah berulang kali ditolak Demokrat, yang kemudian memicu shutdown hingga saat ini.

Baca: Pentagon Perpanjang Misi Perbatasan AS-Meksiko Hingga September

"Saya berada di sini hari ini untuk mengakhiri kebuntuan dan menyuguhkan Kongres jalan ke depan untuk mengakhiri shutdown dan menyelesaikan krisis di perbatasan selatan," ucap Trump.

Trump menyebut perbatasan selatan AS-Meksiko sebagai rute rawan yang mengancam keamanan nasional. Demokrat, yang menuduh Trump sengaja menggunakan isu imigrasi untuk mendapatkan keuntungan politik dari kubu saya kanan, menolak mentah-mentah tawaran terbaru ini.

"Proposal dia adalah kompilasi dari beberapa inisiatif yang sudah pernah ditolak sebelumnya. Masing-masing dari inisiatif itu tidak dapat diterima, dan sama sekali tidak merepresentasikan itikad baik untuk memperbaiki kehidupan warga," ungkap Nancy Pelosi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS dan wajah Demokrat dalam perlawanan terhadap Trump.

Chuck Schumer, petinggi lainnya dari Demokrat, menyebut Trump telah mencabut beberapa perlindungan terhadap imigran di masa lalu, tapi kini hal tersebut ditawarkannya kembali.

"Menawarkan perlindungan sebagai ganti untuk tembok itu bukan kompromi, tapi lebih mirip penyanderaan," tulis Schumer di Twitter.



(WIL)