Upaya Pembatalan 'Obamacare' Raih Hasil Penting di DPR AS

Fajar Nugraha    •    Jumat, 10 Mar 2017 20:08 WIB
pemerintahan as
Upaya Pembatalan 'Obamacare' Raih Hasil Penting di DPR AS
Kebijakan kesehatan di masa mantan Presiden Barack Obama diincar untuk dihapus (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Washington: Anggota DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik memastikan kemenangan upaya untuk membatalkan dan mengganti denda pajak dalam program layanan kesehatan buah kebijakan mantan Presiden Barack Obama.
 
Pergantian ini dilakukan di tengah-tengah penolakan dari Partai Republik  itu sendiri.  Setelah perdebatan selama 18 jam, Komite Anggaran DPR menghapus denda pajak dalam undang-undang tersebut, yang diberlakukan terhadap orang-orang yang tidak membeli asuransi kesehatan.
 
Putusan 23 mendukung berbanding 16 menolak yang sesuai dengan garis kebijakan masing-masing partai itu secara simbolis penting karena ini menghapus bagian dari undang-undang yang paling tidak disukai oleh anggota fraksi Republik.
 
Prospek mengganti undang-undang yang dikenal dengan Obamacare itu masih belum jelas, meskipun fraksi Republik memegang kendali di Gedung Putih dan di kedua majelis di Kongres.
 
Tentangan terhadap rencana pengganti Obamacare itu meningkat di kalangan para legislator berpengaruh yang menganggapnya terlalu mirip dengan Obamacare. Kalangan ekstrem kanan menyatakan rencana undang-undang penggantinya tidak sesuai prinsip-prinsip konservatif karena mempertahankan subsidi pemerintah dalam Obamacare yang dibuat seperti keringanan pajak yang diberikan kepada mereka yang membeli asuransi kesehatan sendiri.
 
"Terburu-buru menyetujui suatu legislator pengganti, tanpa membuat estimasi anggaran, akan menimbulkan efek jangka panjang yang merugikan," ujar Senator dari Partai Republik Tom Cotton, seperti dikutip VOA Indonesia, Jumat 10 Maret 2017.
 
Selain penolakan dari anggota Kongres dari fraksi Republik yang meningkat, organisasi-organisasi kesehatan berpengaruh seperti American Medical Association, American Hospital Association, dan AARP, yakni kelompok advokasi bagi kaum lansia, juga menentang rancangan undang-undang yang diajukan partai Republik itu. Mereka memperingatkan bahwa legislasi itu dapat mengakibatkan kenaikan jumlah warga yang tidak memiliki asuransi.
 
Rumah sakit-rumah sakit juga mengeluhkan kepada para legislator bahwa rancangan pengganti itu akan memangkas Medicaid (bantuan kesehatan untuk warga berpenghasilan rendah) dan program-program lainnya.
 
America's Health Insurance Plans, yang mewakili perusahaan-perusahaan asuransi, menyambut penghapusan denda pajak itu tetapi memperingatkan bahwa perubahan pada Medicaid yang diusulkan "dapat menyebabkan kekacauan yang tidak perlu dalam cakupan dan layanan yang diandalkan para penerima asuransi."



(FJR)