Trump akan Gugat New York Times

Nur Azizah    •    Jumat, 14 Oct 2016 08:38 WIB
donald trump
Trump akan Gugat New York Times
Calon Presiden Partai Republik Donald Trump. Foto: Dok/Reuters

Metrotvnews.com, New York: Calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump akan menggugat New York Times. Beberapa waktu lalu, New York Times sempat memuat artikel yang menyatakan Trump telah melakukan pelecehan seksual terhadap wanita.

Pengacara Trump, Marc Kasowitz, meminta New York Times untuk menarik artikel tersebut. Trump membantah telah melakukan tindakan tidak senonoh  itu.

“Kami sedang menyiapkan gugatan dan melakukan semua tindakan,” kata Kasowitz seperti yang dilansir dalam Reuters, Jumat (14/10/2016).

Sementara itu, pengacara New York Times, David McCraw mengatakan, artikel yang dimuat guna kepentingan bersama. Ia pun sudah menyiapkan bukti-bukti untuk menyambut Trump di pengadilan.

Tak hanya New York Times, media lain seperti Wall Street Journal, Village Voice, New York Post, dan Fortune Magazine pun pernah mendapat ancaman serupa. Trump meminta artikel yang mencemarkan nama baik tentang dirinya ditarik.

Dalam artikel yang dimuat di New York Times menyatakan Trump mencium dan menggerayangi organ intim Jessica Leeds. Ia bercerita, tiga dekade lalu dia mesti terbang untuk satu perjalanan bisnis ke New York. Saat itu Leeds masih berusia 38 tahun dan tinggal di Connecticut.

Dia duduk di kursi kelas ekonomi, namun seorang pramugari mengundangnya untuk menempati kursi kosong di kabin kelas eksekutif. Kursi itu berada di samping Trump yang kala itu belum memiliki pesawat pribadi.

Trump kemudian memperkenalkan diri dan menjabat tangan Leeds. Setelah itu mereka berdua asyik mengobrol. Trump bertanya apakah Leeds sudah menikah. Wanita ini menjawab bahwa dia sudah bercerai.

Lalu, setelah sajian makan malam dalam pesawat selesai, atau sekitar 45 menit setelah pesawat yang membawa mereka ke New York itu tinggal landas, Trump mengangkat sandaran kursi dan mulai menggerayangi Leeds. Menjamah payudaranya dan berusaha meletakkan tangannya di atas rok yang dikenakan Leeds.

"Dia seperti gurita. Tangannya ke mana-mana," kenang Leeds kepada New York Times.

Leeds seketika minggat dari kabin kelas eksekutif untuk kembali duduk di kabin kelas ekonomi.

Saat itu dia tidak mengadukan kelakuan tidak senonoh Trump kepada awak pesawat karena cara para pria memperlakukan wanita pada kehidupan bisnis pada era 1970-an dan 1980-an, memang umum begitu.
"Kami (perempuan) menerimanya selama bertahun-tahun. Kami menganggap itu kesalahan kami," kata Leeds.

Leeds mengaku, dua tahun setelah kejadian di pesawat itu, dia bertemu Trump dalam sebuah acara amal di New York. Trump rupanya masih mengingat Leeds dan kemudian melontarkan hinaan kasar kepada wanita ini dalam pidato pada acara amal itu.

Tapi Leeds melupakan semua kejadian itu hanya untuk dirinya, sampai tahun lalu ketika kampanye kepresidenan Donald Trump menjadi lebih serius.

Sejak itu dia tak bisa lagi menyimpan lebih lama pengalaman buruk tiga puluh tahun lalu itu. Dia pun menceritakan pengalaman buruknya itu kepada puteranya, keponakan, dan dua sahabatnya. Keempat orang ini juga dihubungi New York Times.

Kepada The Times, keempat orang ini mengaku jijik mengetahui apa yang telah dilakukan Trump kepada Leeds. "Saya terguncang," kata Linda Ross, tetangga yang juga sahabat Leeds.

Seperti sahabat-sahabat Leeds yang lain, Ross mendorong Leeds membeberkan pengalaman buruknya itu kepada media massa. Leeds awalnya menolak sampai kemudian Ross dan Leeds menonton bersama debat calon presiden yang kedua. Saat ditanya moderator debat dari CNN, Anderson Cooper soal kejadian itu, Trump membantah telah menyerang melakukan pelecehan seksual.

Setelah debat itu, Leeds mengirimkan email kepada The Times untuk membeberkan pengalaman buruknya tiga dekade lalu itu. "Perilakunya menunjukkan karakternya," tulis Leeds. "Bagi mereka yang akan memilih dia. Saya berharap mereka mau bercermin dari pengalaman saya ini."


(MBM)

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

5 hours Ago

Proses pemakaman untuk tokoh revolusi Kuba, Fidel Castro mulai dipersiapkan di kota terbesar kedua…

BERITA LAINNYA