AS Tidak Lihat Ada Indikasi Uji Coba Rudal atau Nuklir Korut

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 09 Oct 2017 23:27 WIB
rudal korut
AS Tidak Lihat Ada Indikasi Uji Coba Rudal atau Nuklir Korut
Misil balistik Musudan milik Korut yang memiliki jangkauan menengah. (Foto: KCNA)

Metrotvnews.com, Seoul: Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) melaporkan tidak ada tanda-tanda Korea Utara (Korut) sedang mempersiapkan uji coba nuklir atau rudal menjelang perayaan berdirinya Partai Buruh pada 10 Oktober mendatang. selama ini, Pyongyang sering melakukan uji coba atau memamerkan senjata dalam perayaan besar.

Korut merayakan Hari Pendirian Partai untuk memperingati ulang tahun ke-72 Partai Buruh. Adanya perayaan ini membuat Seoul dan Washington meningkatkan operasi yang melibatkan penggunaan pesawat pengintai tingkat tinggi U-2S, RC-800 dan RF-16, pesawat peringatan dini dan kontrol udara E-737 dan patroli maritim P-3C.

Namun, seperti dilaporkan Sputnik, Senin 9 Oktober 2017, AS dan Korsel mengaku tidak melihat indikasi adanya persiapan dari Pyongyang untuk meluncurkan rudal ataupun nuklir.

Langkah-langkah antisipasi diambil Korsel dan AS, usai seorang politikus Rusia mengaku melihat Korut tengah membangun rudal jarak jauh yang dapat menghancurkan Negeri Paman Sam. 

Anton Morozov mengaku pernah melihat rudal milik Korut yang bisa diluncurkan hingga mencapai daratan AS. Menurutnya, dalam waktu dekat Pyongyang akan melakukan uji coba rudal jenis tersebut.

Hal ini disampaikan Morozov kepada kantor berita RIA Novosti, bahwa dia dan dua rekannya pernah pergi ke Korut. Di sana, ia melihat rudal jarak jauh yang dapat terbang hingga puluhan ribu kilometer.

Peringatan Kepemimpinan Kim Jong-il

Para pejabat Korut, ujar Morozov, mengatakan kepada dirinya bahwa Pyongyang telah mengembangkan teknologi yang memungkinkan rudal tersebut menahan panas saat memasuki atmosfer usai peluncuran. 

"Korut menunjukkan kepada saya perhitungan matematis yang mereka katakan dapat membuktikan rudal mereka mampu mencapai pantai barat AS," seru Morozov.

Sementara itu, Korut baru saja merayakan peringatan 20 tahun masa kepemimpinan Kim Jong-il, ayah Kim Jong-un, sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh.

Dalam peringatan tersebut, warga Korut berjanji untuk menegakkan warisan dari Jong Il yaitu semangat melawan Amerika Serikat dan membangun sebuah negara sosialis yang kuat.

Sekitar 100 ribu orang, termasuk para pejabat tinggi, berkumpul di ibu kota untuk menyaksikan upacara peringatan ini. Malam harinya, digelar perayaan kembang api. 


(WIL)