Wilayah ISIS Menyusut, Ideologi Represifnya Tetap Hidup

Arpan Rahman    •    Selasa, 02 Jan 2018 12:21 WIB
isis
Wilayah ISIS Menyusut, Ideologi Represifnya Tetap Hidup
Pejuang pasukan Hashed al-Shaabi berfoto dengan bendera ISIS di Tal Afar, Ira, 27 Agustus 2017. (Foto: AFP/AHMAD AL-RUBAYE)

Washington: Kelompok militan Islamic State (ISIS) kehilangan 98 persen wilayah yang diklaimnya. Hampir delapan juta tahanan juga telah dibebaskan ISIS. 

Namun menurut seorang petinggi militer Amerika Serikat (AS), ISIS masih tetap menjadi ancaman global.

"Ideologi represif mereka terus berlanjut," kata Letnan Jenderal Angkatan Darat Paul Funk dalam pesan Tahun Baru yang diunggah di laman koalisi. 

"Masih ada kemungkinan bagi ISIS untuk kembali, dan hanya melalui koalisi dan upaya internasional kekalahan mereka bisa menjadi permanen," serunya, seperti dilansir Newsmax, Selasa 2 Januari 2018.

ISIS mendeklarasikan kekhilafahan di seantero Suriah dan Irak pada 2014. Namun belakangan, daerah kekuasaan mereka menyusut drastis menyusul operasi perlawanan dari pemerintah Suriah Bashar al-Assad dan juga dari koalisi pimpinan AS. 

Koalisi pimpinan AS untuk mengalahkan ISIS terdiri dari 70 negara dan empat organisasi.

"Kita memasuki tahun 2018 dengan keyakinan bahwa peningkatan keamanan memungkinkan koalisi global membantu lebih lanjut rakyat Irak dan Suriah," Funk menambahkan.

Presiden AS Donald Trump pekan lalu menyoroti kemenangan koalisi atas ISIS dengan mengutip statistik laporan Washington Examiner baru-baru ini.

Di dalamnya menunjukkan sekitar 1.000 pejuang ISIS yang tinggal di Irak dan Suriah kini menempati area seluas 3.106 km persegi, dibandingkan 28.163 km persegi antara September 2014 hingga Januari 2017.

ISIS tumbang di kota Irak Mosul beberapa bulan lalu dan juga di Raqqa, Suriah, belum lama ini. 

 


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA