AS Konfirmasi Seorang Warganya Ditahan Iran atas Tuduhan Spionase

Arpan Rahman    •    Senin, 17 Jul 2017 14:49 WIB
politik iranpolitik as
AS Konfirmasi Seorang Warganya Ditahan Iran atas Tuduhan Spionase
Ilustrasi penahanan. (Foto: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Washington: Iran Seorang warga Amerika Serikat kelahiran China divonis 10 tahun penjara oleh pemerintah Iran atas tuduhan spionase.

Menurut laporan Mizan Online, kantor berita terafiliasi komisi yudisial Iran, Senin 17 Juli 2017, Teheran menuduh pria bernama Xiyue Wang itu sebagai mata-mata Washington.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri AS, disebutkan bahwa Negeri Paman Sam "menyadari adanya laporan terkait Xiyue Wang, seorang warga AS yang ditahan di Iran."

"Kami terus menyediakan pendampingan hukum kepada semua warga AS yang membutuhkan bantuan di luar negeri. Bantuan terutama akan diberikan kepada warga AS yang ditahan secara tidak adil di luar negeri," lanjutnya. 

Terkait penangkapan Wang dan beberapa lainnya di Iran, Washington menuduh Teheran merekayasa tuduhan terkait keamanan nasional untuk menangkapi warga asing. "Kami menyerukan pembebasan secepatnya untuk semua warga AS yang ditahan secara tidak adil di Iran, agar mereka bisa pulang ke keluarga masing-masing," ungkap Kemenlu AS. 

"Semua warga AS, terutama yang berkewarganegaraan ganda, harus mempertimbangkan travel warning jika akan pergi ke Iran," sambung dia. 

Kekhawatiran Khomenei

Masih dalam laporan Mizan, Wang ditangkap pada 8 Agustus 2016 saat berusaha meninggalkan Iran. 

Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i, juru bicara komisi yudisial Iran, mengatakan bahwa Wang adalah mahasiswa jurusan sejarah di Universitas Princeton.

"Dia memasuki negara ini melalui koneksi khusus, namun badan intelijen berhasil mengidentifikasi dan menangkap dirinya," ucap Mohseni-Eje'i. 

Tahun lalu, pemimpin agung Iran Ayatollah Ali Khamenei mengingatkan kemungkinan adanya "infiltrasi" dari pihak luar ke sistem politik negara.

Sejak saat itu, "infiltrasi" menjadi kata kunci pemerintah Iran terhadap mereka yang dianggap memiliki hubungan dengan dunia Barat.


(WIL)