Jurnalis AS Tantang Bahaya di Tengah Peliputan Badai Irma

Arpan Rahman    •    Senin, 11 Sep 2017 16:13 WIB
topan badai
Jurnalis AS Tantang Bahaya di Tengah Peliputan Badai Irma
Sebuah mobil melaju di tengah terjangan Badai Irma di Miami, Florida, AS, 10 September 2017. (Foto: AFP/JOE RAEDLE)

Metrotvvnews.com, Florida: Ini sebuah paradoks dari liputan badai: awak media televisi menghabiskan waktu berhari-hari u0ntuk memperingatkan masyarakat agar menyingkir dari bahaya. Namun mereka justru berada di tengah kecamuk angin kencang dan hujan deras. Kantor tempat mereka bekerja berharap para wartawannya di lapangan tidak terluka.

Begitulah yang terjadi. Selama amukan Badai Irma pada Minggu 10 September 2017, di Florida, wartawan layaknya anggota pasukan darurat yang membuat pemirsa TV AS menonton langsung badai dari ruang keluarga mereka. Semua jaringan menghadirkan liputan Badai Irma di akhir pekan.

Sebuah pohon besar yang tumbang di dekat Gabe Gutierrez, jurnalis dari NBC, sempat terlihat dari siaran langsung. Tayangan berbahaya ini dihadapi banyak jurnalis di AS. 

Para pemilik media berisiko disodori pertanyaan sulit: apakah mereka mengutamakan tayangan menarik dan rating di atas akal sehat serta keselamatan publik?

Beberapa wartawan di lapangan berlindung di balkon gedung yang menghalangi sebagian kekuatan angin Irma. Seperti reporter NBC, Kerry Sanders, yang berlindung di sebuah garasi parkir beton. Namun banyak jurnalis merasa mereka tidak bisa memberikan gambaran kekuatan badai yang sebenarnya tanpa menunjukkan diri mereka sendiri di tengah badai.

"Hujan seperti disemprotkan melalui selang pemadam kebakaran ke tubuh Anda," kata Chris Cuomo dari CNN, yang ditugaskan ke Naples, Florida, saat mata badai mengintai dahsyat di sekitar dirinya.

Awak media NBC, Miguel Almaguer, mengikat tubuhnya dengan tali kuning. Satu ujung melilit pinggangnya, dan simpulnya mengelilingi tiang beton, saat sedang siaran langsung. Gio Benitez dari ABC juga memakai tali tatkala berdiri di balkon. Kyung Lah dari CNN mencengkeram pagar logam.

Baca: Terpaan Badai Irma dapat Memperparah Kondisi Warga Florida

Bahaya Nyata

Jo Ling Kent dari NBC tampak tak kenal takut berjalan-jalan di sekitar Pantai Miami. Elaine Quijano jurnalis CBS melihat puing-puing beterbangan di jalan yang dia lewati; untungnya terbukti itu hanya beberapa helai daun palem.

Angin menerpa Mike Bettes dari The Weather Channel empat atau lima langkah saat ia berdiri di luar di Naples. 

Rekannya, Bette Mike Seidel, yang ditempatkan di Miami, terancam bahaya nyata saat sedang meliput di sebuah dermaga yang airnya meluap. Dia memutuskan pindah lokasi. 

"Kita akan berkemas dan pindah ke tempat yang lebih tinggi," katanya seperti dikutip Associated Press, Senin 11 September 2017.

Steve Harrigan dari Fox News Channel mendapat tugas untuk berdiri di jalan dalam terjangan badai di hari ulang tahunnya..

Sesudah berjam-jam disembur air yang tertiup angin di wajahnya, Cuomo dari CNN merasa cukup nyaman memberi saran kepada rekannya agar bersiap memposisikan diri disorot kamera dalam siaran langsung. Sarannya adalah, jangan berdiri membelakangi tiupan angin.


Hujan dan angin kencang di Florida. (Foto: AFP)

Memporak-porandakan Karibia

Saat ini, kondisi di Florida masih terbilang mencekam. Badai ini memaksa aliran listrik terputus setidaknya sampai lebih dari 2,6 juta rumah dan kantor di Florida. 

Badai ini juga menyebabkan pohon tumbang dan juga mengubah jalan raya menjadi sungai deras. Dalam waktu 90 menit, ketinggian air di wilayah Naples naik menjadi 2,1 meter.

Lebih dari 6,3 juta orang telah diminta untuk meninggalkan Florida segera. Otoritas AS menyebut badai tersebut dapat membahayakan siapapun.

Presiden AS Donald Trump pun telah memperingatkan semua warga untuk menyingkir dari jalur badai Irma.

Badai Irma yang telah menghancurkan bangunan di sebagian wilayah Karibia juga telah menewaskan setidaknya 27 orang. 




(WIL)