AS Mulai Proses Penarikan Pasukan dari AS

Arpan Rahman    •    Sabtu, 12 Jan 2019 11:24 WIB
amerika serikatkrisis suriahdonald trump
AS Mulai Proses Penarikan Pasukan dari AS
Salah satu pos militer AS di kota Manbij, Suriah, 26 Desember 2018. (Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN)

Washington: Amerika Serikat mengaku sudah memulai proses penarikan pasukan militer dari Suriah. Ini merupakan kelanjutan dari tekad Presiden AS Donald Trump menarik semua personel militer dari negara tersebut.

Dalam sebuah tulisan di Twitter pada Desember tahun lalu, Trump mengklaim telah berhasil mengalahkan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah. Namun beberapa waktu berselang, Trump mengubah pernyataannya dan berkata baru akan menarik semua pasukan saat ISIS sudah benar-benar dikalahkan.

"Kami telah memulai proses penarikan dari Suriah," ucap Kolonel Sean Ryan, juru bicara koalisi pimpinan AS dalam melawan ISIS, seperti disitir dari laman Financial Times, Jumat 11 Januari 2019.

Ryan tidak menyebutkan detail mengenai sudah berapa banyak dari sekitar 2.000 personel militer AS di Suriah utara dan timur yang ditarik. "Kami tidak dapat memaparkan detailnya atas alasan keamanan operasional," ungkap dia.

Penarikan pasukan dari Suriah memicu kecaman dari sejumlah negara mitra. Pekan ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan penasihat keamanan nasional John Bolton memimpin delegasi terpisah ke Timur Tengah. Mereka berdua berusaha meyakinkan para negara mitra di kawasan mengenai kebijakan penarikan Trump.

Kebijakan Trump telah memicu dampak negatif, bahkan sebelum pasukan AS mulai ditarik. Bulan lalu, Pasukan Kurdi yang merupakan mitra AS meminta bantuan kepada Suriah untuk melindungi mereka dari Turki. Selama ini, Turki menganggap pasukan Kurdi di Suriah sebagai musuh.

Pasukan Kurdi khawatir Turki akan terus menyerang jika AS benar-benar sudah pergi dari Suriah. Namun dalam kunjungan ke Ankara belum lama ini, Bolton menegaskan bahwa AS tidak akan menarik pasukannya sebelum memastikan Turki tidak akan menyerang Kurdi. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kesal atas pernyataan Bolton.

Sebelumnya, Trump dan Erdogan pernah berbicara via telepon mengenai isu penarikan pasukan. Keduanya menyepakati tidak akan membiarkan Suriah mengalami kekosongan kekuasaan saat nanti AS pergi.

Baca: Trump dan Erdogan Cegah Vakum Kekuasaan di Suriah


(WIL)