Astronot 'Perintis' John Young Meninggal Dunia

Arpan Rahman    •    Minggu, 07 Jan 2018 15:03 WIB
luar angkasanasa
Astronot 'Perintis' John Young Meninggal Dunia
Astronot John Young di dalam Gemini III pada 23 Maret 1965. (Foto: NASA/AFP/File)

Houston: John Young, seorang astronot asal Amerika Serikat (AS), meninggal dunia, Dia merupakan astronot legendaris NASA karena pernah enam kali ke luar angkasa, mengorbit bulan, dan berjalan di permukaannya.

Young, berusia 87 tahun, meninggal dunia karena komplikasi pneumonia pada Jumat 5 Januari 2018 malam waktu setempat, Dia tinggal di pinggiran kota Houston, hanya berjarak beberapa menit dari NASA Space Center.

"NASA dan dunia telah kehilangan seorang perintis," kata administrator NASA Robert Lightfoot dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Minggu 7 Januari 2018. 

Beragam prestasi telah dicapai Young. Ia adalah satu-satunya astronot yang terbang dalam di Gemini, Apollo, dan program pesawat luar angkasa. Ia juga yang pertama memimpin penerbangan ulang-alik; dan yang pertama terbang ke angkasa sebanyak enam kali.

Dia pernah memegang rekor dunia untuk total waktu yang dihabiskan di luar angkasa.

Penerbangan Paling Berani dalam Sejarah

Young bergabung dengan Gus Grissom dalam misi Gemini 3, kemudian memimpin Gemini 10 -- misi pertama untuk bergandengan dengan dua pesawat ruang angkasa lainnya dalam satu penerbangan.

Ia mengorbit bulan di Apollo 10, dan mendarat di bulan dengan Apollo 16.

Disebut-sebut sebagai "uji coba paling berani dalam sejarah," dia juga memimpin penerbangan antariksa pertama bersama Robert Crippen pada 1981.


John Young (kanan) dan Robert Crippen. (Foto: NASA/AFP/File)

Pada 1983, ia kembali terbang di pesawat luar angkasa Columbia. Tepat sebelum mendarat, dua dari tiga unit daya bantu pengorbit itu terbakar. Namun dia mendaratkan pesawat luar angkasa itu meski ada nyala api di bagian belakang.

"Dia adalah astronotnya astronot," kata Lightfoot. Tapi dia juga digambarkan sebagai insinyur yang cerdas.

Sementara di angkatan laut, Young meraih rekor dunia untuk manuver naik tercepat di dalam jet F-4 Phantom II.

Pernah sekali waktu, saat uji coba rudal udara-ke-udara, Young dan pilot lainnya saling mendekatkan pesawat masing-masing dengan kecepatan Mach 3 (3.700 kilometer per jam). 

"Saya mendapat telegram dari kepala operasi angkatan laut," kata Young dengan santun, "dia meminta saya untuk tidak melakukan hal itu lagi."

Astronot NASA Charles Bolden menyebut Young dan Robert "Hoot" Gibson sebagai dua pilot terbaik yang pernah dia kenal.

"Tidak pernah saya bertemu dua orang seperti mereka," katanya. 


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA