Tersangka Serangan Truk New York Dituntut 8 Dakwaan Hukum

Arpan Rahman    •    Rabu, 22 Nov 2017 21:06 WIB
amerika serikatterorisme
Tersangka Serangan Truk New York Dituntut 8 Dakwaan Hukum
Sayfullo Saipov, pelaku teror di New York, AS pada 1 November 2017 lalu (Foto: AFP).

New York: Pria yang dituduh menabrakkan sebuah truk ke para pejalan kaki di Manhattan, bulan lalu, menewaskan delapan orang, didakwa atas tuduhan pembunuhan dan terorisme, pada Selasa 21 November.

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) menuduh Sayfullo Saipov, 29, dengan delapan dakwaan pembunuhan dalam membantu persekongkolan, 12 tuduhan percobaan pembunuhan untuk membantu kejahatan, satu tuduhan memberikan dan berupaya menyokong material ke kelompok militan Islamic State (ISIS). Serta satu tuduhan kekerasan dan penghancuran sebuah kendaraan bermotor yang mengakibatkan kematian.

"Dilandasi oleh kebencian dan ideologi yang sesat, Sayfullo Saipov diduga menabrak pejalan kaki dan jalur sepeda pada suatu sore yang cerah di West Side of Manhattan, menewaskan delapan orang yang tidak bersalah dan melukai setidaknya selusin lainnya," pejabat Jaksa Agung AS Joon H. Kim mengatakan dalam sebuah pernyataan. 

"Dari jumlah video dan gambar di ponselnya menunjukkan, penggunaan truk sewaan Saipov sebagai senjata teror ditengarai mendukung organisasi teroris (Islamic State)," cetusnya seperti dikutip UPI, Rabu 22 November 2017.

Kementerian Kehakiman AS mengatakan Saipov menyewa sebuah truk bak terbuka di New Jersey dan mengemudikannya melintasi Jembatan George, Washington, ke Manhattan di Halloween buat melakukan serangan teroris paling mematikan di New York City sejak 9/11. Ia berkendara liar ke jalur sepeda yang padat dan memapas beberapa pengendara sepeda dan pejalan kaki.

Menurut kementerian tersebut, Saipov mulai merencanakan serangan tersebut lebih dari setahun yang lalu dan memilih pakai truk bak terbuka "untuk menimbulkan kerusakan maksimal pada warga sipil."

Setelah melakukan serangannya, Saipov ditembak seorang petugas polisi New York City dan ditangkap. Dia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat dari akibat penembakan tersebut. 

Ia mengatakan kepada pihak berwenang bahwa dia ingin menjunjung bendera ISIS di kamar rumah sakitnya dan mengatakan bahwa dia merasa tidak menyesal dengan apa yang telah dilakukannya.


(FJR)