Ambisi Trump Memberantas HIV Diapresiasi Pakar Kesehatan

Willy Haryono    •    Rabu, 06 Feb 2019 14:50 WIB
amerika serikatdonald trump
Ambisi Trump Memberantas HIV Diapresiasi Pakar Kesehatan
Presiden AS Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union di Washington, 5 Februari 2019. (Foto: AFP/Getty/Zach Gibson)

Washington: Seruan Presiden Donald Trump terhadap Partai Demokrat dan juga Republik untuk bekerja sama memberantas HIV di Amerika Serikat dalam kurun waktu satu dekade disambut baik sejumlah pakar dan organisasi kesehatan. Tekad memberantas virus mematikan itu disampaikan Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union di US Capitol, Washington, Selasa 5 Februari 2019.

"Saya akan meminta Demokrat dan Republik untuk berkomitmen memberantas wabah HIV di Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun," tegas Trump, dalam keterangan yang dikutip kantor berita AFP.

"Bersama-sama, kita akan mengalahkan AIDS di Amerika dan negara-negara lainnya," tambah dia.

Pengumuman ini seolah menjadi pengingat atas pidato George W. Bush pada 2003 di lokasi yang sama. Kala itu, Bush mengumumkan Emergency Plan for AIDS Relief (PEPFAR), sebuah program bernilai USD15 miliar atau lebih dari Rp200 triliun. Program tersebut dianggap berjalan sukses.

Meski rencana Trump tidak menyebutkan besaran dana, namun Sekretaris Badan Kesehatan dan Manusia Alex Azar menambahkan detail mengenai rencana pemberantasan HIV. Menurutnya, inisiatif Trump akan mengurangi infeksi HIV sebanyak 75 persen dalam lima tahun, dan 90 persen di 10 tahun setelahnya.

Ambisi seperti itu membutuhkan akselerasi dari upaya AS saat ini. Data statistik terbaru menyebutkan adanya sekitar 38 ribu orang yang terjangkit HIV di AS pada 2017.

Saat seseorang terkena HIV, atau Human Immunodeficiency Virus, seseorang tidak langsung terjangkit penyakit AIDS. Biasanya virus itu menghabiskan waktu lama di dalam tubuh seseorang, sebelum nantinya individu yang terjangkit dinyatakan positif AIDS.

"Kami yakin sangat mungkin untuk mengakhiri semua infensi. Kami yakin bisa diakhiri pada 2025," kata Jesse Milan JR, CEO dari organisasi AIDS United, kepada AFP.

"Inisiatif ini, jika diimplementasikan dan didanai dengan baik, maka dapat menjadi pencapaian paling signifikan dalam kepresidenannya (Trump)," tambah Michael Ruppal dari AIDS Institute.

"Namun tanpa ada anggaran substansial untuk mendukung inisiatif tersebut, maka nantinya hanya akan menjadi janji palsu," tutur David Holtgrave, dekan dari School of Publik Health di State University of New York.

Baca: KTT II Donald Trump - Kim Jong-un di Vietnam



(WIL)