Mantan Bos FBI Sebut Trump Berbohong

Nur Azizah    •    Jumat, 09 Jun 2017 04:01 WIB
donald trump
Mantan Bos FBI Sebut Trump Berbohong
Donald Trump -- Foto: AFP / DARREN MCCOLLESTER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA

Metrotvnews.com, Washington: Mantan kepala FBI James Comey mengatakan, Presiden Amerika Donald Trump berbohong terkait komentarnya tentang FBI. Comey menuturkan, Trump salah telah meremehkan kepemimpinannya.

Comey merasa bingung dengan penjelasan 'menggeser' karena pemecatannya. Pemecatan itu terjadi saat Comey memimpin penyelidikan hubungan antara kampanye Trump dan Moskow. Sementara Trump mengaku tidak pernah mencegah Comey menyelidiki kasus tersebut.  Pengacara Trump, Marc Kasowitz mengatakan, kesaksian Comey  akhirnya dikonfirmasi secara terbuk.

“Presiden tidak terlibat dalam kampanye Rusia,” kata Kasowitz seperti yang dilansir dalam BBC, Jakarta, Kamis, 9 Juni 2017.

Sementara itu, Comey  mengatakan bahwa Trump berulang kali mengatakan bahwa dia sedang melakukan pekerjaan ‘hebat’.  Comey juga menuturkan, Trump pernah menyarankan agar Comey dipecat untuk mengubah penyelidikan kampanye Rusia.

"Saya tahu saya dipecat karena penyelidikan di Rusia. Itu menekannya dan mengecewakannya," kata Comey.

Mantan bos FBI tidak terima bila FBI dipimpin oleh orang yang tidak baik. Ia merasa namanya dicemarkan. "Itu kebohongan. Dan saya sangat menyesal tenaga kerja FBI harus mendengarnya. FBI jujur, FBI kuat, dan FBI selalu independen," lanjutnya.

Rabu lalu, 7 Jni 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya mengumumkan Direktur FBI yang baru. Christopher A. Wray, mantan Asisten Jaksa Agung di era Presiden George W. Bush lah nama yang dipublikasikan melalui akun Twitter resminya.

Wray disebut individu berkualitas karea perannya dalam penyelidikan dan upaya antiterorisme di Departemen Kehakiman AS pascaserangan 9/11. "Saya yakin dia akan kembali mengabdi untuk negaranya sebagai penjaga hukum dan berintegritas setalah senat mengonfirmasinya untuk memimpin FBI," tulis Trump dalam pernyataannya.

Pemilihan Wray dinilai upaya untuk meningkatkan kembali kredibilitas Trump setelah investigasi kemungkinan hubungannya dengan Rusia. Christopher Wray adalah seorang mantan Asisten Jaksa Agung yang mengawasi divisi kriminal di bawah Presiden George W. Bush. Wray akan menghilangkan ketakutan para agen FBI yang khawatir Trump akan mempolitisasinya.

Wray pernah memimpin divisi kriminal Departemen Kehakiman dari 2003 sampai 2005 di era Presiden Bush. Saat ini, ia menajdi mitra di firma hukum King and Spalding yang berbasis di DC. Ia memimpin tim khusus investigasi perusahaan.

 


(Des)