Trump Umumkan Rencana Melarang Transgender Bertugas di Militer

Fajar Nugraha    •    Kamis, 27 Jul 2017 09:59 WIB
pemerintahan as
Trump Umumkan Rencana Melarang Transgender Bertugas di Militer
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mengaktifkan kembali larangan transgender (Foto: PA).

Metrotvnews.com, Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mengaktifkan kembali larangan transgender untuk bertugas di militer.

(Baca: Prajurit Transgender Pertama Resmi Bergabung Marinir AS).
 
Keputusan itu membalikkan inisiasi politik yang disetujui oleh mantan Presiden Barack Obama, yang masih dalam pengkajian final. Proposal Obama itu menyebutkan bahwa transgender diperbolehkan untuk bertugas di militer dan terbuka secara penuh.
 
"Setelah berkonsultasi dengan para jenderal dan ahli militer, disarankan bahwa Pemerintah AS tidak menerima atau memperbolehkan transgender untuk mengabdi di militer dalam bentuk apapun," tulis Trump melalui Twitter, seperti dikutip CNN, Kamis 27 Juli 2017.
 
"Militer kita harus tetap fokus meraih kemenangan penuh dan tidak bisa terbebani oleh pengeluaran medis dan gangguan yang bisa ditimbulkan oleh transgender," tegas Trump.

Tetapi keputusan Trump datang tanpa ada rencana penggantinya. Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders tidak memiliki jawab atas pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi terhadap anggota militer yang aktif.

"Gedung Putih dan Kementerian Pertahanan akan bekerja sama untuk mengimplementasikan apa yang seharusnya dilakukan sesuai dengan hukum," tutur Sanders.

Menurut Sanders, keberadaan transgender menganggu kesiapan militer dan kesatuan unit karena biaya medis. Keputusan ini murni didasarkan pada keputusan militer dan tidak lebih dari itu.

 



(FJR)