Tanpa Bukti, Trump Tuding Ukraina Campuri Pemilu AS

Sonya Michaella    •    Rabu, 26 Jul 2017 17:13 WIB
pemilu as
Tanpa Bukti, Trump Tuding Ukraina Campuri Pemilu AS
Presiden AS, Donald Trump. (Foto: TIME)

Metrotvnews.com, Washington: Mendapat tuduhan didukung Rusia selama pemilihan umum tahun lalu, kini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding balik Ukraina mendukung Hillary Clinton.

Dalam cuitan di akun Twitter pribadinya tadi pagi, Trump menyebut bahwa ada upaya Ukraina untuk menyabotase kampanyenya dan mendukung Clinton.

"Jaksa Agung Jeff Sessions sangat lemah jika berhadapan dengan capres dari Partai Demokrat dan ada upaya Ukraina untuk menyabotase kampanye saya, bekerja untuk mendukung Clinton," tulis Trump, seperti dikutip Reuters, Rabu 26 Juli 2017.

Namun, sejumlah warganet langsung membalas cuitan Trump tersebut dengan menudingnya "berbicara tanpa bukti."

Pasalnya, Trump tidak mengunggah pernyataan apapun lagi yang menunjukkan memang ada campur tangan Ukraina dalam pemilu AS 2016 tersebut.

Sementara itu, juru bicara Presiden Ukraina sampai saat ini tidak menanggapi cuitan Trump tersebut.

Kedutaan Besar Ukraina di Washington pun membantah bahwa Kiev berusaha untuk memengaruhi pemilu AS.

"Pemerintah Ukraina tidak membantu siapapun dalam pemilu AS," sebut pernyataan resmi Kedubes Ukraina yang diunggah via Twitter.

Menantu Trump, Jared Kushner pun sudah menjelaskan kepada publik bahwa tidak ada keterlibatan dirinya dengan Rusia. Ia menyatakan, dirinya tak berkolusi dengan Rusia untuk memuluskan jalan ayah mertuanya menjadi Presiden AS.

Kushner juga membantah laporan Reuters yang mengklaim bahwa ia menerima dua panggilan telepon antara April dan November 2016 dari Duta Besar Rusia untuk AS saat itu, Sergey Kislyak.


(WIL)