Tiga Orang Tewas dalam Demonstrasi di Venezuela

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 28 Jul 2017 01:00 WIB
unjuk rasa
Tiga Orang Tewas dalam Demonstrasi di Venezuela
Protes meletus di Caracas menuntut Presiden Nicolas Maduro turun dari jabatannya. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Venezuela: Sedikitnya tiga orang tewas dalam bentrokan terbaru antara polisi dan demonstran antipemerintah di Venezuela. Demonstrasi ini diwarnai aksi mogok kerja selama 48 jam yang digalang oleh kelompok oposisi.

Kantor Jaksa Venezuela mengatakan seorang pria berusia 23 tahun tewas di negara bagian Merida. Seorang anak laki-laki berusia 16 tahun juga tewas di daerah Petare di sekitar ibu kota Caracas. Dua korban tewas menambah daftar jumlah kematian warga 30 tahun yang diumumkan sebelumnya di negara bagian Merida.

Seperti dilansir Al-Jazeera, penentang Presiden Maduro di dalam dan di luar negeri terus menekan Maduro menghentikan rencananya mengamandemen konstitusi Venezuela dalam sebuah Majelis Konstituante 30 Juli nanti.

Pegokan kerja selama dua hari ini dilakukan setalah Amerika Serikat mengumumkan sanksi kepada 13 pejabat senior Venezuela. Departemen Keuangan AS mengeluarkan sanksi tersebut karena menilai proses Pemilu di Venezuela cacat dan merusak demokrasi.

Pada Rabu malam, Maduro justru menantang dan mengadakan demonstrasi tandingan bersama pejabat yang terkena sanksi AS. Dalam demontrasinya ia menunjukan replika pedang milik pahlawan kemerdekaan Amerika Latin Simon Bolivar.

"Selamat atas sanksi imperialis. Bagi kami ini adalah pengakuan moralitas, kesetiaan kepada bangsa dan kejujuran masyarakat," tegasnya.

Maduro menuding Amerika Serikat sengaja menciptakan kerusuhan dengan bantuan kelompok oposisi konservatif.


(Des)