8 Orang Tewas di Panti Jompo Florida Usai Badai Irma Menerjang

Arpan Rahman    •    Kamis, 14 Sep 2017 13:49 WIB
topan badai
8 Orang Tewas di Panti Jompo Florida Usai Badai Irma Menerjang
Badai Irma menimbulkan dampak parah di Florida (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Florida: Sebanyak delapan penghuni lanjut usia meninggal setelah ditinggalkan dalam sebuah panti jompo Florida Selatan, Amerika Serikat (AS) yang gelap gulita tanpa listrik saat Badai Irma melanda. 
 
Beberapa pejabat berkata, pada Rabu 13 September, insiden yang menambah korban jiwa akibat badai tersebut memicu penyelidikan kriminal.
 
Total korban tewas akibat badai naik menjadi 81 jiwa, pada Rabu. Sejumlah pulau di Kepulauan Karibia yang dilanda banjir mencatat korban jiwa lebih dari separuhnya. Para petugas terus meneliti kerusakan ditimbulkan badai dahsyat kedua yang menerpa daratan Amerika Serikat tahun ini.
 
Irma membunuh setidaknya 31 orang di Florida, ditambah tujuh lagi di Georgia dan South Carolina, kata pihak berwenang.
 
Sebagai salah satu badai Atlantik paling kuat yang tercatat, Irma mereda di Karibia. Kekuatan dahsyat badai itu meraup pantai utara Kuba, pekan lalu, sebelum berhembus ke gugusan pulau Florida Keys, pada Minggu. Tiupan angin tak juga henti hingga 215 km per jam. Kemudian menderu ke utara sampai Pantai Teluk negara bagian tersebut sebelum lenyap dibawa angin.
 
Selain banjir bandang di Florida dan kerusakan properti yang luas di Keys, kesulitan utama yang dihadapi warga Florida adalah pemadaman listrik yang meluas. Sejak awalnya, kegelapan meliputi lebih dari setengah negara bagian.
 
Sekitar 4,3 juta rumah dan pusat bisnis masih tanpa listrik, pada Rabu, di Florida dan negara-negara bagian terdekatnya. Jumlah itu turun dari perhitungan di puncak pemadaman bagi 7,4 juta pelanggan, pada Senin.
 
Korban tewas di panti jompo
 
Pemadaman menimbulkan konsekuensi fatal di Pusat Rehabilitasi di Hollywood Hill, sebuah panti jompo di Hollywood, Florida, utara Miami. Tiga warga lansia ditemukan tewas, pada Rabu, di dalam fasilitas yang bersuhu amat panas, karena hanya beroperasi pendingin udara kecil atau tidak sama sekali, kata beberapa pejabat.
 
Empat pasien lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit terdekat dan yang kelima kemudian diidentifikasi sudah tewas sebelumnya, sehingga jumlah orang yang tewas menjadi delapan.
 
Gubernur Rick Scott menyebut tragedi ini "tidak dapat diduga" dan berjanji "secara agresif mencari jawabannya." Polisi mengatakan telah menutup gedung tersebut dan mengadakan penyelidikan kriminal sesudah pasien panti jompo yang tersisa dipindahkan ke rumah sakit terdekat.
 
Pejabat kota menggambarkan interior bangunan itu sebagai "sangat panas."
 
Delapan orang yang meninggal berusia antara 71 sampai 99 tahun, menurut kantor pemeriksa medis Broward County. Penyebab kematian mereka belum dapat dipastikan.
 
Tetapi sebagian besar pasien yang masih hidup kini dirawat sebab "masalah tekanan pernapasan, dehidrasi, dan kepanasan," direktur medis darurat Memorial Regional Hospital, Dr. Randy Katz, mengatakan kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Kamis 14 September 2017.
 
Tim pemadam kebakaran dan petugas penyelamat pertama kali dipanggil ke fasilitas tersebut sekitar pukul 3.00 pagi demi menolong penghuni yang dilaporkan terkena serangan jantung. Petugas pemadam kebakaran kembali satu jam kemudian membantu penghuni yang mengalami kesulitan bernafas.
 
Ketika pasien tambahan ditemukan dalam kesulitan, polisi dan dokter dari Rumah Sakit Memorial akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi seluruh isi panti jompo sekitar pukul 6 pagi, menurut laporan dari Katz dan Kepala Polisi Hollywood Tomas Sanchez. Katz menyebut situasinya "kacau."
 
Florida Power & Light menyediakan listrik ke bagian panti jompo, namun fasilitas itu tidak masuk dalam daftar prioritas kota untuk direstorasi dengan daya darurat, kata utilitas tersebut.



(FJR)