Ilmuwan Peringatkan Hillary Clinton Diracun oleh Trump

Fajar Nugraha    •    Selasa, 13 Sep 2016 16:28 WIB
pemilu as
Ilmuwan Peringatkan Hillary Clinton Diracun oleh Trump
Hillary Clinton saat menghadiri peringatan serangan 9/11 (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Seorang dokter terkenal di Amerika Serikat (AS) memperingatkan calon Presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton diracun oleh rivalnya Donald Trump.
 
Tidak hanya Trump, dokter yang juga dikenal sebagai ilmuwan ternama itu memperingatkan Hillary Clinton juga diracun oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
 
Bennet Omalu, yang menemukan trauma kronis pada atlet american football, membuat pengumuman yang cukup mengejutkan itu melalui Twitter. Dia menyarankan Hillary untuk lakukan pemeriksaan.
 
"Saya harus menyarankan tim kampanye Clinton melakukan analisa bahan beracun di tubuh Hillary Clinton," saran Omalu yang ditulis di Twitter, seperti dikutip Metro.co.uk, Selasa (13/9/2016).
 
"Saya tidak mempercayai Trump dan Putin. Dengan keberadaan mereka bedua, semua hal bisa saja terjadi," lanjutnya.
 
Trump baru-baru ini menyampaikan kekagumannya terhadap Presiden Putin. Kaitannya dengan Istana Kremlin pun tercatat dengan jelas.
 
Tetapi banyak yang melihat klaim dari Omalu terlalu berlebihan. Klaim ini pun ditanggapi dengan sikap skeptis. 
 
Sejarah pemerintahan Putin dengan racun pun diketahui umum melalui media. Tuduhan muncul bahwa pemerintahan Putin berada di balik tewasnya mantan anggota KGB Alexander Litvinenko di London, Inggris pada 2006 lalu.
 
Sementara kesehatan Clinton baru-baru ini menjadi perhatian, di mana perempuan berusia 68 tahun itu terlihat hampir pingsan saat menghadiri peringatan 15 tahun serangan 9/11. 
 
Insiden ini sendiri menjadi perhatian banyak pihak termasuk Donald Trump, yang merupakan calon Presiden AS dari Partai Republik. Trump pun mempertanyakan kondisi kesehatan Hillary untuk memimpin negara, meskipun pada akhirnya mendoakan Hillary untuk segera sembuh.
 
Tetapi Juru Bicara Clinton, Brian Fallon menegaskan bahwa tidak ada kondisi yang ditutupi. Pneumonia itu hanya imbas dari banyaknya aktivitas.
 
Mantan Ibu Negara AS itu pun semangat kembali jelang kampanye pada Selasa 13 September. Ini dipicu ikut sertanya Presiden Barack Obama untuk memberikan dukungan kepadanya. Sementara suaminya, Bill Clinton, akan melakukan kampanye untuk di Las Vegas pada Rabu 14 September.

 
 

(FJR)