Lewat Kampanye, Clinton Beri Perhatian untuk Warga Disabilitas

Arpan Rahman    •    Kamis, 22 Sep 2016 12:43 WIB
pemilu as
Lewat Kampanye, Clinton Beri Perhatian untuk Warga Disabilitas
Hillary Clinton saat kampanye di Orlando (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Orlando: Kemunculan kembali Hillary Clinton dalam kampanyenya sebagai calon Presiden dari Partai Demokrat, Rabu 21 September, membahas kesuksesan bagi semua orang, khususnya warga disabilitas. 
 
Digalang di Orlando, Florida, Clinton membingkai mimpi Amerika sebagai salah satu kemuliaan dan kesempatan buat mengangkat derajat semua orang.
 
"Membangun ekonomi yang bekerja untuk semua orang, bukan hanya untuk mereka yang di atas, adalah tantangan utama kita sekarang," kata Clinton, seperti dikutip US News, Kamis (22/9/2016). Dia pun menceritakan kembali kisah orang tua dan kakek-neneknya, dan menyebut dirinya sebagai produk kebanggaan kelas menengah di Negeri Paman Sam.
 
"Setiap keluarga Amerika harus bisa menulis cerita yang sama untuk diri mereka sendiri dan anak-anak mereka, dan sejarah telah menunjukkan kepada kita bahwa pertumbuhan terkuat dalam perekonomian kita adalah inklusif, pertumbuhan yang luas," serunya.
 
Sembari berjanji membantu keterwakilan perempuan dalam angkatan kerja dan membawa imigran ke dalam ekonomi formal, Clinton menguraikan rencana untuk memberikan kaum disabilitas kesempatan untuk berkontribusi. Politikus berusia 68 tahun itu juga berjanji membantu mereka mendapatkan dan mempertahankan pekerjaan bersama non-disabilitas di AS. 


Hillary Clinton dengan penyandang disabilitas AS (Foto: AFP)
 
 
Hillary Clinton ingin mengembangkan Amerika dengan Undang-undang Disabilitas. "Sudah terlalu lama aksesibilitas menjadi renungan. Mari kita membuat prioritas," tegas mantan Ibu Negara AS itu.
 
Dia tampak emosional beberapa saat, ketika berbicara tentang Freia David, seorang perempuan asal Boston dengan autisme yang baru saja pensiun setelah bekerja selama 32 tahun di restoran cepat-saji McDonald.
 
David mendapat pekerjaan melalui sebuah program bantuan komunitas. Clinton menyebut program tersebut memungkinkan kaum disabilitas untuk mendapatkan upah yang sama dan bermanfaat bagi rekan non-disabilitas mereka.
 
Dalam kampanyenya, Clinton sering membalikkan gaya kasar lawan. Calon Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump sering mencemooh reporter New York Times, Serge Kovaleski, yang hidup dengan kondisi disabel persendian siku hingga pergelangan tangan.
Pendukung Hillary Clinton mendengarkan pidatonya (Foto: AFP)
 
 
Hillary menyebut bahwa "menjadi reporter" di antara pekerjaan yang normal, yang banyak difabel Amerika sudah melakukannya, tanpa menyebut Trump secara khusus. Menjelang akhir pidato, Clinton mengulangi salah satu slogan kampanyenya, "Cinta mengalahkan benci." Slogan nakal yang mengarah seperti serangan terhadap Trump dan sekaligus filosofi pemersatu untuk kampanye itu sendiri.
 
Kampanye Clinton sempat tertunda lantaran, pertama, diagnosis pneumonia yang dialaminya awal bulan ini. Kemudian, akhir pekan lalu terjadi pemboman di New York dan New Jersey, dan gelombang demonstrasi di Tulsa, Oklahoma dan Charlotte, North Carolina atas kematian dua orang kulit hitam di tangan polisi.



(FJR)