Menteri Retno: Trump Mungkin Bakal Umumkan Pengakuan Yerusalem

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 06 Dec 2017 22:50 WIB
israel palestina
Menteri Retno: Trump Mungkin Bakal Umumkan Pengakuan Yerusalem
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Foto: MI/ARYA MANGGALA

Bogor: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan segera mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pengumuman itu rencananya dilakukan pada Rabu waktu setempat atau Kamis, 7 Desember 2017, dini hari waktu Indonesia.

"Kemungkinan, pengumuman itu akan dilakukan oleh Presiden Trump pada pukul 01.00 PM Washington DC hari Rabu, berarti hari Kamis pukul 01.00 di Indonesia," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 6 Desember 2017.

Retno mengaku telah berkomunikasi dengan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) membahas masalah tersebut. Sebab, ia khawatir pengakuan terhadap Yerusalem itu akan sangat membahayakan proses perdamaian antara Palestina dan Israel.

"Ini akan memancing instabilitas, tidak hanya di Timur Tengah tapi di wilayah lain. Oleh karena itu kita terus berkomunikasi dan kemungkinan besar OKI akan melakukan special session," ujar dia.

Baca juga: Trump Tegaskan Pemindahan Kedubes kepada Abbas Melalui Telepon

Menurut Retno, OKI kini sedang menentukan tanggal untuk bertemu membahas pengakuan Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Ia mengaku sudah berbicara dengan Menlu Yordania serta Menlu Turki agar duduk bersama membahas masalah ini.

"Kita masih membahas tanggal, di mana, apakah di tingkat foreign minister, apakah di tingkat summit, itu terus masih dibahas. Saya masih menunggu komunikasi dengan menlu lain," ucap dia.

Baca juga: Paus Fransiskus Sebut Status Quo Yerusalem Harus Tetap Dipertahankan

Retno mengatakan, tindakan AS ini merupakan rekognisi atau pengakuan yang unilateral. Langkah Trump, kata Retno, mengesampingkan semua resolusi Dewan Kehormatan (DK) PBB.

"Jadi nanti kita akan bicara lagi dengan OKI dan kita kembalikan lagi ke PBB karena resolusi DK PBB kan harus ada ketaatan di situ," pungkas dia.

 


(CIT)