Napi Penembakan Massal Puji Korban Tragedi Sekolah Florida

Arpan Rahman    •    Senin, 05 Mar 2018 14:46 WIB
penembakan as
Napi Penembakan Massal Puji Korban Tragedi Sekolah Florida
Jon Romano. (Foto: SKIP DICKSTEIN, D)

Florida: Seorang narapidana yang telah divonis bersalah dalam penembakan massal di Amerika Serikat pada 2004 memuji para korban selamat dari tragedi bulan lalu di sebuah sekolah Parkland, Florida.

Ia memuji mereka semua atas upaya mendorong adanya kontrol yang lebih ketat mengenai kepemilikan senjata api di (AS).

Jon Romano, saat itu berusia 16 tahun, memasuki SMA tempatnya menuntut ilmu di New York dengan membawa senapan pada 2004. Namun aksinya berhasil dicegah kepala sekolah sebelum dia sempat membunuh siapa pun.

Menulis dari Lembaga Pemasyarakatan Coxsackie, Romano menilai kepala sekolah yang menggagalkan aksinya sebagai "pahlawan yang harus saya hormati dalam hidup saya."

"Saya percaya para siswa di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland pemberani dan memberi inspirasi karena menuntut tindakan dari para politikus," Romano menulis, seperti dikutip BBC, Senin 5 Maret 2018.

Seorang guru terluka saat Romano melepaskan tembakan di Columbia High School di Greenbush, New York, pada 9 Feb 2004. Dia dihukum karena percobaan pembunuhan.

Baca: Trump Sebut Guru Bersenjata akan Cegah Penembakan di Sekolah

Romano, yang kini berusia 30 tahun, menyanggupi melakukan wawancara di surat kabar Times Union bersama mantan kepala sekolahnya, John Sawchuk.

Dalam artikel tersebut, Sawchuk mengatakan bahwa dia meyakini akan ada "banyak orang yang tewas" jika Romano memiliki AR-15 atau senjata semi-otomatis lainnya di hari penembakan.

Senjata itu dipakai dalam beberapa penembakan massal di AS, termasuk di Sandy Hook Elementary School dan di SMA Parkland.

 


(WIL)