NRA Akui UU Tambahan Diperlukan usai Penembakan di Las Vegas

Arpan Rahman    •    Sabtu, 07 Oct 2017 11:14 WIB
penembakan as
NRA Akui UU Tambahan Diperlukan usai Penembakan di Las Vegas
Puluhan orang menghadiri acara mengenang korban penembakan brutal Las Vegas yang menewaskan 58 orang di Connecticut, 4 Oktober 2017. (Foto: AFP/SPENCER PLATT)

Metrotvnews.com, Washington: Kelompok pro senjata api terbesar di Amerika Serikat mendorong adanya aturan yang lebih ketat dalam hal kepemilikan, terutama untuk senapan otomatis. Seruan muncul usai terjadinya penembakan massal yang menewaskan 58 orang di Las Vegas pada awal Oktober.

Asosiasi Senjata Nasional (NRA) secara spesifik menyerukan adanya aturan ketat untuk perangkat "Bump Stock." Perangkat tersebut, awalnya dibuat untuk membantu orang-orang cacat dalam memegang senjata api, digunakan pelaku di Las Vegas untuk melepaskan tembakan hingga 800 amunisi per satu menit.

NRA, yang biasanya menentang pembatasan, kini menyerukan "peraturan tambahan" terhadap jenis otomatis.

"National Rifle Association meminta Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (BATFE) agar segera meninjau ulang apakah perangkat ini sesuai dengan undang-undang federal," kata kelompok tersebut.

"NRA percaya bahwa perangkat yang dirancang untuk memungkinkan senapan semi otomatis berfungsi seperti senapan otomatis sepenuhnya harus tunduk pada peraturan tambahan," cetus NRA seperti disitat Evening Standard, Jumat 6 Oktober 2017.

"Sebagai akibat dari serangan jahat dan tidak berperasaan di Las Vegas, orang-orang AS mencari jawaban bagaimana tragedi di masa mendatang dapat dicegah," bubuhnya.



Beberapa saat kemudian, di Gedung Putih, sekretaris pers Sarah Huckabee Sanders memuji pengumuman tersebut. "Kami menyambutnya dan siap membahas soal itu," kata Sanders. "Ini adalah sesuatu yang perlu kita buka."

Ketua DPR AS Paul Ryan mengutarakan dukungannya, seperti juga beberapa anggota Partai Republik lainnya, dengan mengatakan: "Jelas kita perlu melihat bagaimana kita dapat memperketat kepatuhan terhadap undang-undang ini sehingga senjata otomatis sepenuhnya dilarang."

Pengumuman tersebut menandai sebuah konsesi langka bagi kelompok pendukung senjata dan Partai Republik, yang telah menolak kontrol senjata selama bertahun-tahun.

NRA telah berdiri teguh melawan peraturan senjata ketat di masa lalu, bahkan setelah beberapa penembakan massal sebelumnya.

 


(WIL)