Ricuh di Haiti Pasca Pemilihan Umum

Sonya Michaella    •    Rabu, 23 Nov 2016 10:49 WIB
politik haiti
Ricuh di Haiti Pasca Pemilihan Umum
Kericuhan yang terjadi di ibu kota Haiti, Port Au Prince pasca pemilihan umum (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Port Au Prince: Pascapemilihan umum presiden dan parlemen, sejumlah polisi Haiti menembakkan gas air mata kepada demonstran yang mendukung capres Maryse Narcisse.

Pada Minggu 20 November kemarin dilaksanakan pemilu di Haiti untuk mengakhiri tahun ketidakpastian politik dan ekonomi di negara miskin tersebut.

Dilansir Reuters, Rabu (23/11/2016), demonstran pendukung Narcisse dari partai Fanmi Lavalas turun ke jalan di ibu kota. Puluhan pendukung yang mayoritas dari kelas pekerja, berlari dan berteriak untuk Narcisse.

"Maryse Narcisse adalah revolusi!" teriak salah satu demonstran tersebut. Pemilu Haiti sempat ditunda dikarenakan Haiti baru saja diterjang badai Matthew yang menewaskan lebih dari 500 orang pada Oktober lalu.



Di wilayah Saint Martin yang telah diamankan, tetap terjadi kericuhan, seperti ban yang dibakar dan warga melempari mobil yang lewat dengan batu.

Tidak ada hasil resmi yang akan dikeluarkan selama delapan hari ke depan, dan direktur eksekutif Dewan Elektoral Sementara Uder Antoine telah mengatakan perlu waktu lebih lama.

Enam juta warga Haiti berhak memilih salah seorang dari 27 kandidat presiden, serta para anggota kedua majelis parlemen.

Menurut berbagai laporan, para pemilih dengan sabar menunggu giliran sejumlah TPS yang dibuka di seluruh negara itu.

Rakyat Haiti berharap pemimpin baru mereka akan mengakhiri tahun yang penuh ketidakpastian dan kesulitan, serta menyatukan bangsa dan menciptakan lapangan kerja. Banyak warga Haiti masih menderita dari gempa bumi tahun 2010 dan akibat Badai Matthew.

 


(WIL)